4 Tips Jadi Miliarder ala Bernard Arnault, Bos LVMH

Image title
10 Juni 2021, 17:39
Bernard Arnault
forbes
Bernard Arnault

ZIGI – Bernard Arnault adalah pendiri dari grup mewah LVMH (Louis Vuitton Moet Hennessy). Sebagai pengusaha sukses dibidang fesyen, Bernard sempat menduduki peringkat pertama orang terkaya di dunia pada akhir Mei lalu. Dilansir dari Forbes real time billionaires, kekayaan Bernard Arnault telah bertambah menjadi US$ 192,5 miliar atau setara Rp 2.752,7 triliun (kurs Rp 14.300).

Sukses menjadi orang terkaya di dunia, Bernard pun membagikan tips rahasia menjadi pengusaha sukses seperti dirinya. Penasaran apa saja tipsnya? Berikut tips jadi miliarder ala Bernard Arnault, yang dilansir dari CEO World. Yuk simak!

1. Fokus pada Kualitas Produk

image
Photo : shutterstock

Berkecimpung dalam bisnis fesyen, Bernard Arnault selalu fokus pada kualitas produk. Tak heran jika merek LV (Louis Vuitton) dikenal sebagai barang mewah dengan standard kualitas produk tinggi. Selain itu, produk LV dikerjakan dengan teknik manual oleh tangan pengrajin yang berpengalaman. 

Bernard pun tampak jarang muncul dalam pemberitaan, untuk mempromosikan dirinya sendiri. Ia lebih cenderung fokus pada strategi bisnisnya. Sebagai pengusaha, Bernard mengubah kreativitas menjadi realitas bisnis di seluruh dunia.

"Untuk melakukan ini (kreativitas jadi realitas), kamu perlu tetap berhubungan dengan pelopor dan desainer, tetapi juga membuat ide-ide mereka lebih spesifik dan berkelanjutan” kata Bernard Arnault, yang dilansir Zigi.id, Kamis, 10 Juni 2021. 

2. Fokus pada Peluang Usaha

image
Photo : shutterstock

Pelajaran dari Bernard Arnault adalah selalu fokus pada peluang usaha. Jangan terfokus pada uang tetapi perhatikan potensi yang dapat dihasilkan oleh strategi yang diterapkan. Beberapa tahun lalu, Bernard tidak masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia. Biasanya banyak orang yang terfokus pada uang, sehingga lupa pada strategi untuk promosi produk.

Maka dari itu, lihatlah setiap celah untuk menghasilkan suatu bisnis yang menguntungkan. Menurut Bernard Arnault, jika seseorang mempunyai strategi dan melakukan pekerjaan dengan baik, maka keuntungan pun akan datang menghampiri kamu. 

“Uang hanyalah konsekuensi. Saya biasanya memberi tahu tim saya untuk tidak terlalu khawatir tentang keuntungan. Jika kamu melakukan pekerjaan dengan baik, keuntungan akan datang dengan sendirinya.” kata Bernard Arnault. 

Baca juga: Rahasia Sukses Rico Huang, Bisa Beli Ferrari di Usia 24 Tahun

3. Percaya Diri

image
Photo : shutterstock

Dalam dunia bisnis, memang perlu mendengarkan saran dan nasihat dari banyak orang. Namun, jika terlalu banyak saran dan nasihat yang diterima, kamu tidak akan memiliki keyakinan secara penuh pada visi kamu. Bernard Arnault telah lama yakin pada visinya sendiri, dengan menggabungkan banyak merek mewah ke dalam naungan perusahaan miliknya. 

Pada tahun 1980-an, Bernard Arnault mulai membeli berbagai merek fesyen. Banyak orang yang mengkritik tentang idenya tersebut. Tapi Bernard yakin dengan visinya sendiri, dan akhirnya berhasil menjadi miliarder dalam beberapa dekade terakhir. Ia menunjukkan visinya melalui strategi. 

"Saya ingat orang-orang mengatakan kepada saya bahwa tidak masuk akal untuk menggabungkan begitu banyak merek, tetapi pada akhirnya itu sukses. Itu adalah kesuksesan yang diakui dan selama 10 tahun terakhir setiap pesaing telah mencoba mengikuti kami. Saya pikir mereka tidak berhasil, tetapi mereka mencoba." ungkap Bernard Arnault. 

Menurut Bernard, dalam dunia bisnis pasti menemukan suara-suara yang berbeda sehingga mereka akan bimbang dalam membuat keputusan. Meskipun nasihat baik yang diberikan, namun kamu akan berpikir itu adalah sebuah ide yang akan berhasil. Jika berpikiran seperti itu, maka kamu akan selalu goyah dalam membuat suatu keputusan. 

4. Tetap Menjaga Kontak dengan Karyawan

image
Photo : shutterstock

Bernard Arnault mengungkapkan salah satu kepemimpinan terburuk ketika melupakan perusahaan serta karyawan saat berada di puncak karier. Menurut Bernard seseorang pemimpin harus melihat setiap sudut dan bagian perusahaan.

Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui apa yang harus diperbaiki dan melihat apakah perusahaan bekerja dengan baik atau tidak. Sebagai CEO LVMH, Bernard Arnault malah jarang pergi ke kantor karena ia lebih memilih untuk melihat bagaimana para desainer bekerja. Ia juga sering mengunjungi toko-toko untuk berdiskusi dengan manajer toko. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...