Tips Keuangan untuk Anak Kos agar Bertahan Hingga Akhir Bulan
ZIGI – Anak kos umumnya terbagi menjadi dua yakni anak kos sebagai mahasiswa yang biasanya belum memiliki penghasilan dan anak kos yang bekerja atau yang sudah mempunyai penghasilan. Tapi keduanya memiliki cara yang hampir sama dalam mengelola keuangan.
Memang menjadi anak kos, membuat kita harus belajar hidup mandiri. Terlebih hidup terpisah dengan keluarga tentu kamu akan merasakan beberapa kesulitan, salah satunya yang sering terjadi adalah keuangan menipis di akhir bulan.
Tapi kamu tidak perlu khawatir, kali ini Zigi.id telah merangkum tips mengelola keuangan untuk anak kos berdasarkan pemaparan financial planner, Prita Ghozie dalam YouTube ZAPFinance TV, Senin, 12 Juli 2021. Di simak yuk!
Baca juga: 7 Ciri Kamu Belum Matang Secara Finansial
Anak Kos Mahasiswa
Anak kos yang berstatus mahasiswa biasanya menunggu kiriman orangtua atau saudara untuk biaya hidupnya. Untuk hal ini, maka kamu disarankan untuk membagi uangnya menjadi dua yaitu 75 persen dan 25 persen.
Di mana, 75 persen digunakan untuk membayar berbagai komitmen atau kewajiban seperti membayar biaya kos, untuk makan dan minum kemudian untuk biaya kuliah seperti fotocopy tugas hingga kuota internet. Sementara 25 persennya bisa digunakan untuk dana cadangan dan tabungan.
Anak Kos Bekerja Gaji UMR
Hampir sama seperti cara mengelola keuangan untuk anak kos mahasiswa, buat kamu karyawan yang gaji masih UMR (Upah Minimum Regional) atau sekitar Rp5 juta, kamu juga bisa menggunakan dengan metode yang simple dengan membagi 75 persen dan 25 persen.
Di mana, 75 persen dialokasikan untuk membayar kewajiban serta kebutuhan, kemudian sisanya digunakan untuk dana cadangan, dana investasi sampai tabungan yang juga bisa kamu gunakan untuk liburan nantinya.
Anak Kos Bekerja Gaji Lebih dari Rp5 Juta
Tapi untuk kamu yang memiliki gaji lebih dari Rp5 juta hingga Rp10 juta, disarankan untuk membagi ke dalam tiga bagian yakni:
- Living: di saat gajian alokasikan dana 50 persen ke dalam dana living yakni biaya kewajiban misalnya uang kos, makan dan minum hingga cicilan.
- Saving: alokasikan gajian kamu sebanyak 30 persen untuk saving, seperti tabungan, investasi hingga dana darurat.
- Playing: sementara 20 persen sisanya untuk alokasi playing misalnya untuk belanja online, sedekah hingga nongkrong di restoran bersama teman-teman.
Selain itu, ada pula tips untuk mengelola keuangan untuk anak kos lainnya yaitu:
- Biaya kos usahakan jangan melebihi setengah dari gaji karena itu dianggap sudah terlalu besar.
- Disarankan biaya makan dan jajan juga diatur. Jangan mudah mengeluarkan uang untuk jajan. Misalnya kelaparan tengah malam, kamu pasti memesan makanan online, hal itu bisa membuat uang bulananmu mudah habis.
- Selalu mengalokasikan dana darurat, jadi dana tersebut bisa kamu gunakan di waktu-waktu mendesak dan tidak terduga seperti saat sakit.
Demikian cara mengelola keuangan untuk anak kos agar tetap bisa bertahan hingga akhir bulan. Semoga membantu ya!
Baca juga: 5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Milenial Saat Mengatur Keuangan
