TikTok Sound Disalahgunakan untuk Disinformasi Vaksin Covid-19

Image title
15 Juli 2021, 10:32
TikTok
9to5mac
TikTok

ZIGI – Sebuah lembaga think thank berbasis di London, Institute for Strategic Dialogue (ISD), melakukan penelitian terkait fitur TikTok Sound yang digunakan untuk mempopulerkan konten disinformasi ataun informasi yang salah tentang vaksin Covid-19. Konten tersebut sengaja disebarkan untuk mencegah orang agar tidak melakukan vaksinasi.

Sebagian besar pengguna membagikan konten disinformasi Covid-19 ini didasarkan pada klaim yang sebelumnya dibantah. Dilansir dari situs ISD, analisis ISD Ciaran O'Connor menemukan 124 video TikTok, yang mempromosikan kesalahan informasi soal vaksin Covid-19, di mana dua diantaranya menggunakan label yang diberikan TikTok.

Tapi kemudian dihapus oleh TikTok karena terdeteksi melanggar aturan disinformasi yang berbahaya mengenai Covid-19. Sebanyak 124 video tersebut telah ditonton lebih dari 20 juta kali dan mendapatkan lebih dari 1,6 juta likes. Menurut Ciaran O'Connor, klip TikTok Sound masih tersedia secara umum sehingga bisa dieksploitasi oleh para penjahat bahkan setelah video asli dihapus. Berikut penjelasannya!

Informasi yang Perlu Diinspeksi TikTok

image
Photo : Situs resmi ISD

Menurut laporan lengkap ISD, mereka menemukan bukti fitur TikTok Sound menjadi dasar dari video yang digunakan untuk menyebarkan disinformasi yang disangkutkan mengenai vaksin dan komunitas kulit hitam. Pada Desember 2020, terdapat sebuah video yang menampilkan seorang wanita kulit hitam yang mengaku sebagai perawat dan diguna menderita Bell's Palsy setelah melakukan vaksinasi.

Namun, Associated Press memeriksa video tersebut dan menilai sebagai informasi yang salah. Video itu awalnya diunggah oleh seorang pengguna TikTok, dengan tujuan untuk meningkatkan kecurigaan yang sengaja ditargetkan kepada mayoritas warga kulit hitam. 

Video tersebut menggunakan suara anti-vaksin yang bertujuan untuk menyebarkan konspirasi kulit hitam. Walaupun video yang menampilkan suara asli telah dihapus, namun suara tersebut masih bisa digunakan untuk membuat video baru. Hingga saat ini, suara video itu masih digunakan oleh oknum yang berniat mencegah banyak orang untuk vaksinasi. 

ISD menemukan audio dari satu video pengguna yang menyiratkan perkembangan vaksin Covid-19, tapi menjadikan kontennya yang tidak aman. Audio tersebut telah digunakan lebih dari 4.500 video. Selain itu, ISD menemukan banyak video lainnya yang menggunakan Soind sebagai sinyal untuk mendukung pernyataan disinformasi. 

Tanggapan TikTok

image
Photo : Screenrant

Sebelumnya, TikTok telah membatasi distribusi yang menggunakan Sound daripada menghapus sepenuhnya, karena Sound hanya dianggap berpotensi menyesatkan. Setelah meninjau temuan laporan, TikTok mengatakan bahwa pihaknya telah menghapus beberapa video yang menggunakan suara tersebut, sehingga suara tersebut sudah lebih sulit ditemukan dalam kolom pencarian.

"Kami berusaha untuk mempromosikan pengalaman TikTok yang otentik dengan membatasi penyebaran konten yang menyesatkan, termasuk audio, dan mempromosikan informasi resmi tentang Covid-19 serta vaksin di seluruh aplikasi kami," ungkap pihak TikTok, yang dikutip dari Reuters

TikTok menerapkan sistem moderasi baru yang menerapkan kerja otomatis dalam proses penghapusan konten yang melanggar kebijakan platformnya. Jadi, konten yang dianggap melanggar pedoman akan langsung menghilang. Hal ini dimaksudkan dalm upaya membuat proses moderasi konten lebih cepat dan efektif.

Terkait hal ini, TikTok mencatat bahwa sistem penghapusan konten otomatis ini belum sempurna, sehingga TikTok mengajak seluruh pembuat konten di platform-nya untuk melaporkan konten yang berpotensi melanggar kebijakan. 

Apa itu TikTok Sound?

image
Photo : Screenrant

TikTok Sound sendiri ada;ah fitur yang bisa dimanfaatkan pengguna, untuk menambahkan audio pengguna lain ke dalam video TikTok yang dibuatnya. Suara digunakan untuk mengekspresikan kreativitas dan menciptakan tren seputar klip tertentu. TikTok Sound dapat digunakan sebagai pembuat saluran untuk mempromosikan konten pengguna secara strategis.

Namun, sebagian besar pengguna justru menyalahgunakan fitur TikTok Sound. Platform media sosial memang berperan penting untuk memproduksi dan mempromosikan suatu konten. Namun, jika konten tersebut menyesatkan, sangat penting untuk mereka bertindak cepat untuk mengurangi pengguna yang menerima informasi sesat. Salah satunya soal vaksin Covid-19 ini.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...