Fakta di Balik Tampilan 3D di Toko ZARA yang Viral
ZIGI – Salah satu perusahaan fashion kenamaan dunia, ZARA, membuat gebrakan baru dalam upayanya untuk menggaet konsumen lebih banyak lagi. Melalui sebuah mahakarya 3 dimensi (3D) yang luar biasa, sebuah toko ZARA di Broadway Avenue, di Soho Manhattan, New York, Amerika Serikat tampak begitu mencuri perhatian.
Dalam video yang dipublikasikan ZARA, toko seluas 4.400 meter persegi tersebut terlihat lebih hidup dengan adanya karya 3D dari seorang seniman hebat dunia. Seperti apa fakta di balik teknologi 3D di toko ZARA yang viral tersebut? Yuk simak informasi selengkapnya!
Karya Seniman Shane Fu
Merek unggulan grup Inditex ini telah memasang karya 3D yang mengesankan di jendela tokonya hingga mampu membingungkan semua pejalan kaki yang ada di daerah tersebut. Proyek yang tujuannya untuk menarik lebih banyak konsumen ini dirancang oleh Shane Fu, seorang spesialis dalam teknologi Desain Gerak (3D).
Berdasarkan akun Instagramnya @shanef3d, diketahui ia merupakan seorang seniman yang terkenal dengan karya-karya serupa seperti "kubus air" di lingkungan Brooklyn di New York. Berkat teknologi yang digunakan oleh Shane Fu itu pula, etalase toko Zara tampak hidup dengan memunculkan semburan warna dalam bentuk bola-bola kecil yang menciptakan bentuk abstrak.
Meski terlihat sangat indah, hal itu sebenarnya hanya ilusi optik yang mampu menghipnotis setiap orang saat pertama kali melihatnya. Salah satu alasan dipilihnya seniman Shane Fu, adalah karena karya-karyanya yang diunggah di akun Instagramnya selalu mendapat sambutan yang sangat antusias dari warganet.
Bersaing dengan Toko Online
Melansir dari situs Bullfrag, Selasa, 10 Agustus 2021, ZARA menyadari bahwa tren toko offline di bidang fashion kini harus bersaing dengan toko-toko online. Maka dari itu, dihadirkannya teknologi 3D di salah satu toko ZARA adalah sebagai bagian dari strategi menarik hati konsumen offlinenya.
Di satu sisi, selama beberapa tahun belakangan ini, ZARA telah melakukan serangkaian strategi pemasaran atau periklanan di beberapa tokonya. Strategi yang terus diperbarui itu terutama di daerah-daerah yang sangat terkenal, seperti Brodway (New York), Serrano (Madrid), Queen's Road (Hong Kong) atau Rynek Glówny (Krakow).
Bukan tanpa sebab teknologi 3D ZARA ini diterapkan di kawasan Soho yang memang dikenal sangat elite dengan biaya sewa tempat yang tergolong mahal. Biaya sewa bulanan untuk apartemen satu tokonya saja dibanderol antara US$ 2.700 sampai US$ 3.000.
Biaya tersebut akan semakin meningkat dengan adanya anggaran untuk hal lain seperti gas, listrik dan internet yang ditaksir mencapai US$500 atau US$600. Berdasarkan hal ini, desain etalase 3D kemungkinan dapat menarik sebagian kelompok konsumen karena tidak semua orang dapat mengakses produk ZARA yang dikenal cukup mahal.
Gebrakan ZARA ini juga dinilai sebagai langkah besar untuk menghidupkan kembali ekonomi di Amerika Serikat yang selama ini telah kacau akibat adanya pandemi. Buat kamu yang penasaran seperti apa penampakan toko ZARA dengan teknologi 3 dimensinya, berikut videonya.
