Cowok Tukang Ghosting Cenderung Psikopat, Begini Penjelasannya
ZIGI – Apakah kamu pernah melakukan ghosting? Atau malah kamu pernah menjadi korban ghosting? Hati-hati guys, sebab sebuah penelitian baru-baru ini mengungkap bahwa orang yang suka melakukan ghosting cenderung memiliki kepribadian psikopat. Waduh.
Sebuah kelompok internasional mempublikasikan hasil penelitiannya dalam jurnal Acta Psychologica yang meneliti ratusan responden terkait ghosting. Menurut penelitian tersebut, mereka yang suka ghosting cenderung memiliki kepribadian gelap seperti psikopat hingga narsisme.
Lantas seperti apa penjabaran penelitian tersebut? Tanpa panjang lebar lagi, yuk simak ulasannya berikut ini sampai habis ya guys.
Baca juga: 8 Alasan Orang Lakukan Ghosting Saat Berhubungan Menurut Ahli
Apa Itu Ghosting?
Sebelum membahas hasil penelitian, kamu pasti sudah sering dong mendengar istilah ghosting? Lalu, apa sih makna ghosting yang berkaitan dengan hubungan antara seseorang dengan orang lain tersebut?
Melansir dari Daily Mail, Profesor Jonason yang meneliti penelitian tersebut menjelaskan bahwa ghosting adalah ketika seseorang secara tiba-tiba melepaskan diri secara sosial dengan seseorang. Mereka tiba-tiba menghilang tanpa penjelasan meski sudah menjalin hubungan yang cukup intens hingga membuat salah satu pihak terbawa perasaan alias baper.
Istilah ghosting dalam suatu hubungan kemungkinan berasal dari tahun 2000-an dan praktiknya kian meningkat seiring dengan peningkatan penggunaan media sosial dan aplikasi kencan. Sebenarnya ada lho pendekatan alternatif untuk mengakhiri hubungan dengan cara lebih baik yang dijuluki Caspering. Sebuah istilah yang diambil dari karakter hantu fiktif baik hati bernama Casper.
Secara garis besar, Caspering berbeda dengan ghosting lho guys. Meski sama-sama mengecewakan pasangan, namun ada ungkapan jujur terlebih dahulu sebelum kemudian menghilang.
Proses Penelitian
Para peneliti dari Universitas Padua di Italia telah mensurvei terhadap 341 orang dewasa Amerika Serikat tentang ghosting dan menguji ciri-ciri kepribadian mereka. Mereka berhasil menemukan bahwa sebanyak 51 persen responden mengaku pernah melakukan ghosting untuk mengakhiri hubungan masa lalu.
Biasanya, orang-orang yang melakukan ghosting cenderung menunjukkan tiga sifat kepribadian jahat yakni Machiavellianisme, narsisme, dan psikopat. Ketiga sifat buruk ini kemudian dibahaskan dengan istilah The Dark Triad.
Dari responden yang direkrut tim peneliti pimpinan Profesor Peter Jonason, sebanyak 23 persen di antaranya adalah kaum laki-laki. Mereka diberi pertanyaan apakah mereka merasa bahwa ghosting adalah cara yang dapat diterima untuk mengakhiri hubungan jangka pendek atau jangka panjang, serta apakah mereka pernah melakukan ghosting untuk seseorang di masa lalu.
Kemudian, responden diminta untuk menyelesaikan survei kepribadian. Misalnya, responden diminta untuk mengungkapkan seberapa setujunya mereka dengan pernyataan, “Tidak bijaksana untuk menceritakan rahasia Anda' (berkaitan dengan Machiavellianisme), 'Orang-orang melihat saya sebagai pemimpin alami' (narsisme) dan 'Pembayaran harus cepat dan tepat. jahat' (psikopati).
Secara mengejutkan, hasil penelitian menunjukkan bahwa 51 persen dari peserta melaporkan telah melakukan ghosting untuk mengakhiri hubungan masa lalu. Mereka lebih cenderung menganggap bahwa ghosting dapat diterima dan lebih cenderung menunjukkan sifat Machiavellian dan psikopat, meski bukan sifat narsistik.
"Itu akan konsisten dengan temuan bahwa hubungan empati afektif rendah dengan Machiavellianisme dan psikopati lebih kuat daripada hubungannya dengan narsisme dan bahwa narsisme terkait dengan beberapa keterampilan empati," tulis tim tersebut dikutip dari Daily Mail, Senin, 15 November 2021.
“Hasilnya tampaknya mengkonfirmasi bahwa repertoar orang narsistik mungkin termasuk tingkat pemahaman yang lebih besar rasa sakit orang lain untuk lebih mendapatkan apa yang mereka inginkan dari mereka sebagai bagian dari hubungan daripada mengakhirinya,” tambahnya.
Pria Lebih Sering Melakukan Ghosting
Berdasarkan penelitian tersebut, ternyata kalangan pria lebih cenderung menilai ghosting dapat diterima dalam sebuah hubungan. Hal ini membuktikan bahwa efek gender juga berpengaruh dalam kebiasaan ghosting.
“Ghosting mungkin merupakan cara orang, khususnya pria, yang memiliki kepribadian psikopat dan narsisme yang tinggi. Mereka menganggap ghosting sebagai cara berbiaya rendah yang efisien untuk melepaskan diri dari pasangan,” ungkap tim peneliti.
Begitulah penjelasan perilaku ghosting yang ternyata masih ada kaitannya dengan kepribadian buruk seperti psikopat. Lebih lengkapnya tentang temuan dari penelitian ini bisa kamu simak di terbitan jurnal Acta Psychologica.
Baca juga: Arti Ghosting dan 8 Istilah Menyakitkan dalam Hubungan Asmara
