7 Hidangan Makanan Tradisional Korea Selatan saat Perayaan Tahun Baru
ZIGI – Puncak perayaan Tahun Baru tinggal hitungan hari, momen ini pada umumnya identik dengan kumpul bersama keluarga dan kerabat terdekat. Melengkapi perayaan tersebut akan ada pesta kembang api hingga makanan khas yang tersaji, seperti yang dilakukan warga Korea.
Melalui pergantian tahun tentunya tak akan lengkap tanpa makanan khas tahun baru. Bila di Indonesia ada jagung bakar serta aneka makanan bakar lainnya, di Korea ada beberapa hidangan tradisional yang biasa disajikan saat tahun baru.
Beberapa makanan tradisional ini tentunya tak sembarang dipilih karena mengandung makna, doa, serta harapan untuk sepanjang tahun nanti. Ingin tahu makanan tradisional Korea apa saja? Simak ulasan berikut ini!
Tteokguk
Dalam perayaan Seollal atau tahun baru Korea ada makanan khas yang tidak boleh terlewatkan yaitu tteokguk atau sup kue beras. Rasanya tahun baru tidak sah jika makanan ini tidak tersaji.
Tteokguk merupakan sup kue beras yang disantap pada tanggal 1 Januari. Dalam tradisi Korea, sup melambangkan awal yang baru, irisan kue beras, yang mengingatkan pada koin, melambangkan kekayaan dan kemakmuran di awal tahun.
Tteokguk terbuat dari kue beras yang diiris tipis-tipis lalu dimasak dengan kuah kaldu daging dan disajikan bersama irisan daging, dadar telur iris, rumput laut, dan juga daun bawang.
Sup Korea ini menggabungkan kaldu beraroma dan kue beras tteok Korea. Dasar untuk kuahnya, yang dikenal dengan guk, bisa dibuat dengan berbagai jenis kaldu, seperti kaldu seafood, sapi, atau kaldu rumput laut.
Galbijjim
Galbijjim ini disediakan untuk acara-acara khusus, termasuk dalam perayaan Tahun Baru di Korea Selatan. Galbijjim dibuat dengan cara merebus iga sapi dalam saus beraroma yang terdiri dari madu, kecap asin atau ganjang, micin, bawang putih, bawang bombay, jahe, dan apel parut atau pir.
Bahan lainnya yaitu sayur mayur seperti jamur shiitake, lobak, atau wortel, serta kacang pinus, chestnut, jujube, dan kacang gingko. Galbijjim dipercaya berasal sekitar tahun 1700-an.
Untuk memasak galbijjim membutuhkan waktu yang cukup lama, yakni bisa berjam-jam karena harus menunggu daging iganya benar-benar empuk. Makanan tradisional ini paling enak disajikan dengan nasi dan kimchi.
Japchae
Mungkin hidangan yang satu ini banyak dikenal para penikmat kuliner Korea. Pasalnya, telah banyak dijual di restoran Korea. Japchae sendiri sekilas mirip dengan bihun goreng ala Indonesia, tapi japchae ini sangat berbeda dengan bihun goreng.
Japchae merupakan masakan Korea Selatan yang dibuat dari terbuat dari dangmyeon atau mie kaca atau dan sayuran. Hidangan disajikan dengan daging sapi dan dibumbui dengan gula dan kecap Korea atau ganjang.
Japchae memiliki makna panjang umur sehingga selalu dihidangkan pada pesta perayaan tahun baru. Japchae yang asli tidak menggunakan daging atau mie, dan ditemukan oleh pelayan Raja Gwangaegun, yang menyiapkan makanan untuk perayaan kerajaan.
Tapi sekarang makanan ini telah banyak dijumpai pada perayaan hari ulang tahun atau pesta pernikahan Korea, terkadang dihidangkan juga jenis japche lainnya, seperti gochu japchae dengan cabai dan sayuran, atau haemul japchae dengan seafood dan sayuran.
Namul
Namul termasuk dalam jenis banchan alias lauk pauk pendamping. Namul terbuat dari aneka sayuran seperti kecambah kedelai, bayam, lobak, batang ubi jalar, dan masih banyak lagi. Sayuran tersebut ditumis atau dikukus sebentar lalu diberi minyak wijen dan garam untuk penambah rasa.
Pada perayaan tahun baru, ada tiga namul yang wajib tersaji yakni sigeumchi namul alias bayam tumis, gosari namul yakni daun pakis tumis, dan doraji namul alias akar tanaman doraji yang ditumis.
Namul merupakan istilah yang merujuk pada lauk nabati Korea, yang dapat mencakup sayuran berdaun hijau, varietas umbi-umbian, kacang hijau, kecambah, dan kadang-kadang bahkan buah. Bahan-bahannya bisa digunakan mentah, diasamkan, ditumis, digoreng, direbus, atau dikeringkan.
Biasanya Namul dibumbui dengan ganjang, biji wijen, minyak wijen, cuka, bawang putih, dan terkadang gochujang, pasta cabai merah pedas. Bumbu pada semua jenis namul tidak terlalu menyengat, dan rasa sayurannya yang segar adalah ciri khas utamanya.
Jeon
Jeon merupakan pancake atau gorengan ala Korea. Jeon bisa dibuat dari irisan daging, seafood, serta aneka sayuran tergantung selera kamu. Daging atau sayuran yang sudah diiris kemudian dicelupkan dalam adonan tepung lalu digoreng hingga matang. Saat perayaan tahun baru, masyarakat Korea lebih suka membuat jeon yang berbentuk bulat seperti mentimun yang diiris, lobak, dan lain sebagainya.
Ini bukan makanan melainkan minuman pencuci mulut yang populer. Cara membuatnya sangat mudah dan bisa disajikan hangat atau dingin. Kehangatan kayu manis dan pedasnya jahe berpadu apik untuk menciptakan minuman yang menenangkan yang juga dipercaya dapat membantu pencernaan.
Yaksik
Satu lagi makanan tahun baru Korea Selatan yang berupa kue, yaitu yaksik. Makanan pokok di setiap acara spesial di Korea ini adalah kue beras yang kaya rasa dan manis. Yaksik dibuat dengan kombinasi ketan kukus, kacang pinus, madu, buah jujube kering, dan chestnut.
Makanan penutup ini dilengkapi dengan saus cokelat tua yang terbuat dari gula karamel, kayu manis, ganjang, dan minyak wijen. Kemudian kue dikukus hingga semua bahan terikat dan saus membut kue jadi memiliki rasa.
Biasanya yaksik yang lengket dan hangat disendok dengan sendok dari nampan. Ketika sudah dingin, kue ini akan mudah dipotong kotak dan bisa dimakan dengan tangan.
Yaksik merupakan hidangan manis yang melambangkan kesehatan pada tahun baru. Yaksik terbuat dari beras ketan, kenari, jujube, dan kacang pinus yang dibumbui dengan gula merah, minyak wijen, dan kecap. Yaksik disantap sebagai camilan setelah pergantian tahun yakni pada bulan Januari. Rasanya manis dan legit.
Yakgwa
Hidangan tahun baru yang terakhir adalah yakgwa yang merupakan hidangan penutup tradisional khas Korea selatan di Tahun Baru. Yakgwa memiliki banyak khasiat kesehatan bagi tubuh karena terbuat dari tepung terigu, minyak wijen, madu, biji wijen, serta kacang-kacangan.
Yakgwa merupakan hidangan penutup yang digoreng yang terbuat dari tepung terigu dan minyak wijen. Biasanya kue yang berbentuk bulat atau bunga kadang dibumbui, dan setelah digoreng, disiram dengan sirup madu yang manis.
Nama yakgwa sendiri diterjemahkan sebagai manisan obat, yak berarti obat dan gwa berarti manisan. Penamaan ini diduga karena madu pernah dianggap sebagai obat kesehatan. Makanan penutup Korea kuno ini diyakini asalnya dari era Silla akhir, dan disajikan di berbagai perayaan dan acara khusus.
Itulah daftar hidangan makanan tradisional Korea Selatan yang pada umumnya di perayaan Tahun Baru.
