Asal Mula Spirit Doll dan Pandangan Menurut Agama Islam

Image title
4 Januari 2022, 23:09
Ivan Gunawan
Instagram/@ivangunawan
Ivan Gunawan

ZIGI – Sejak Ivan Gunawan mengumumkan telah memiliki dua orang anak, istilah spirit doll akhir-akhir ini kian ramai diperbincangkan publik. Ya, desaigner kondang tersebut diketahui merawat dua boneka yang sangat mirip dengan bayi manusia atau yang biasa dikenal dengan sebutan spirit doll.

Pro kontra terhadap boleh tidaknya merawat spirit doll jelas mewarnai fenomena ini terutama dari kaca mata agama Islam. Lantas, bagaimana asal muasal spirit doll yang kini tengah menghebohkan masyarakat Indonesia? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Baca Juga: Profil dan Biodata Furi Harun: Agama, Suami, Gaji, Koleksi Spirit Doll

Asal Muasal Spirit Doll

Spirit Doll
Photo : Sacred Familiar
Spirit Doll

Pada dasarnya, spirit doll adalah boneka seperti pada umumnya yang tidak bisa bergerak, bernafas, apalagi berbicara. Namun karena bentuknya yang dibuat menyerupai bayi manusia, sebagian kalangan menganggap boneka tersebut seakan memiliki kekuatan yang bisa mempengaruhi psikis pemiliknya.

Melansir dari laman Sacred Familiar, spirit doll biasanya berwujud patung dari tokoh suci, leluhur, malaikat, hingga dewa-dewi yang digunakan sebagai media spiritual atau ritual keagamaan. Di berbagai belahan dunia, benda ini mudah ditemukan di tempat-tempat ibadah seperti geraja, kuil, hingga menjadi objek pengabdian lainnya.

Lebih lanjut, spirit doll kerap digunakan sebagai alat yang bisa menyembuhkan penyakit batin seperti kesepian karena pemilik biasanya akan merasa ada yang menemani. Namun, spirit doll tetap hanya benda mati yang tidak bisa tumbuh layaknya manusia meski wujudnya dibuat persis dengan manusia.

Disadur dari laman Culture Trip, negara tetangga Thailand ternyata juga memiliki spirit doll tersendiri yang disebut dengan istilah Luk Thep (malaikat anak). Menurut kepercayaan masyarakat setempat, Luk Thep mengandung energi roh halus yang bisa membawa keberuntungan sehingga dirawat layaknya bayi manusia sesungguhnya.

Sebagai sebuah tradisi, awal mula Luk Thep berkembang di Thailand karena sosok Mae Ning yang mengubah citra boneka dari yang hanya sebagai benda biasa menjadi sesuatu pembawa keberuntungan. Mae Ning diketahui merupakan seorang penjual boneka dan DJ radio lokal namun dikenal sebagai sosok ahli ritual. Dari radio itulah, ia mempunyai media untuk menyampaikan keyakinannya terhadap spirit doll.

Spirit Doll di Indonesia

Ivan Gunawan
Photo : Instagram/@ivangunawan
Ivan Gunawan

Nah di Indonesia sendiri, fenomena spirit doll baru ramai dibicarakan jelang pergantian tahun 2021 ke 2022 setelah Ivan Gunawan blak-blakan merawat dua boneka bayinya. Tetapi siapa sangka, sebelum Ivan Gunawan telah ada sederet publik figure yang juga merawat spirit doll.

 

Roy Kiyoshi misalnya, sosok yang disebut-sebut bisa meramal berbagai hal ini diketahui mengoleksi boneka misterius sejak tahun 2006. Sebagai artis yang lekat dengan dunia mistis, tentu saja apa yang dilakukan Roy Kiyoshi tidak terlalu mengejutkan publik.

Artis lain yang juga diketahui memelihara spirit doll adalah Celine Evangelista. Mantan istri Stefan William ini pernah memperlihatkan boneka bayinya yang ia beri nama baby Joseph. Kemudian, ada Lucinta Luna, Wendy Walters, Soimah, dan Ruben Onsu yang juga sempat membuat heboh karena memiliki spirit doll.

Di Indonesia, pro kontra spirit doll semakin riuh terdengar terutama di media sosial. Tidak sedikit masyarakat menilai pemilik spirit doll adalah orang-orang dengan gangguan jiwa hingga telah terjerumus ke dalam perilaku musyrik. Untuk diketahui, salah satu orang yang menjual spirit doll di Indonesia adalah Furi Harun.

Spirit Doll dalam Pandangan Islam

Buya Yahya
Photo : YouTube/Al-Bahjah TV
Buya Yahya

Majelis Ulama Indonesia memandang fenomena spirit doll sebagai sesuatu yang harus dihindari khususnya bagi kalangan umat Islam. Sebab, jika umat muslim meyakini di dalam spirit doll terdapat arwah atau kekuatan, maka hal itu termasuk perilaku musyrik.

Hal senada juga diungkapkan pendakwah Buya Yahya yang menyampaikan pendapatnya di kanal YouTube Al-Bahjah TV. Ia menegaskan sebagai umat muslim harus tetap menghargai keyakinan tertentu yang terkadang memang menggunakan boneka sebagai media ibadahnya.

“Dari segi keimanan, kita tidak boleh meyakini hal yang semacam itu (spirit doll), boneka ya boneka. Orang yang meninggal dunia sudah punya urusan di alam barzah, anak kecil ia akan diberi kenikmatan oleh Allah Swt,” kata Buya Yahya dikutip Zigi.id dari kanal YouTube Al-Bahjah, Selasa, 4 Januari 2022.

Buya Yahya menerangkan, suatu boneka tidak mungkin dimasuki roh bayi yang sudah meninggal karena bayi tidak berdosa dan akan ditempatkan di sisi-Nya. Adapun energi yang mungkin ditemukan dalam spirit doll berasal dari jin dan setan yang terkutuk.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...