6 Fakta Sulianti Saroso, Dokter dan Pejuang Kemerdekaan
ZIGI – Miles Films dan PT Pembangunan Jaya baru-baru ini mempersembahkan film dokumenter Maestro Indonesia. Kali ini, film dokumenter tersebut mengangkat kisah tokoh yang berpengaruh yakni Dokter Sulianti Saroso.
Diketahui bahwa film dokumenter Maestro Indonesia belakangan jadi perbincangan publik lantaran Nicholas Saputra menjadi narator. Tak cuma Sulianti, beberapa tokoh Indonesia juga nantinya akan dikisahkan dalam film ini.
Diketahui bahwa nama Sulianti Saroso sudah tidak asing lagi bagi warga Jakarta. Pasalnya namanya diangkat menjadi salah satu rumah sakit yakni Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso yang terletak di kawasan Jakarta Utara. Siapa Sulianti Saroso? Yuk simak fakta-fakta Sulianti Saroso di bawah ini!
Baca Juga: Profil dan Biodata Sandiah Ibu Kasur, Tokoh Pendidikan Indonesia
1. Keluarga Sulianti Saroso
Sulianti Saroso merupakan tokoh Indonesia yang lahir pada 10 Mei 1917 di Karangasem, Bali. Beliau merupakan anak kedua dari dokter Muhammad Sulaiman. Sementara dokter Muhammad Sulaiman merupakan pengurus dan pendiri Boedi Oetomo.
Keluarga Sulianti merupakan dari keluarga priayi dan terpandang di Gaelen-Banyumas. Selain itu, keluarganya serumpun dengan keluarga Soemitro Djojohadikusumo.
Melihat latar belakang tersebut, Sulianti disebut sebagai dokter perjuangan dan mengikuti garis politik ayahnya karena mengirim berbagai obat-obatan bagi gerilyawan republik Indonesia.
2. Sulianti Saroso Berprofesi Sebagai Dokter
Sulianti Saroso merupakan dokter terkenal. Sulianti merupakan seorang putri Indonesia yang sekolah di pendidikan tinggi Geneekundige Hoge School (GHS), sebutan baru bagi sekolah kedokteran STOVIA di Batavia (saat ini Jakarta).
Ia akhirnya lulus dan mendapatkan gelar dokter pada 1942. Pada masa penjajahan Jepang, Sulianti bekerja sebagai dokter di sebuah rumah sakit di Jakarta yang saat ini dikenal sebagai RS Cipto Mangunkusumo.
3. Sulianti Saroso Sempat Pindah Ke Yogyakarta
Pada 1946, ibu kota negara pindah dari Jakarta ke Yogyakarta dan Sulianti pun juga pindah ke kota gudeg tersebut. Ia menjadi dokter republiken dan bekerja di RS Bethesda di Yogyakarta. Hingga saat ini, RS Bethesda masih beroperasi.
Selama di Yogyakarta, Sulianti mendapatkan julukan baru yakni Julie. Selama tinggal di kota tersebut, Julie Sulianti terlibat dalam beberapa organisasi yakni organisasi Wanita Pembantu Perjuangan dan Organisasi Putera Puteri Indonesia.
Di Yogyakarta, Sulianti sempat ditahan oleh Belanda selama dua bulan karena masuk ke dalam daftar para pejuang kemerdekaan yang ditahan.
4. Sulianti Saroso Berkecimpung dalam Kesehatan Ibu dan Anak
Kala Sulianti bekerja di Kementerian Kesehatan Indonesia pada 1951, putri dokter Muhammad Sulaiman tersebut mendapatkan beasiswa dari WHO (World Health Organization). Ia pun terbang ke Eropa dan belajar tentang tata kelola kesehatan ibu dan anak.
Sulianti akhirnya mendapatkan sertifikat administrasi kesehatan umum dari Universitas London. Setelah pulang dari sekolahnya, Sulianti ditempatkan di Yogyakarta dan menjabat sebagai Kepala Jawatan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan RI.
Dokter kelahiran Bali tersebut meneruskan pendidikannya pada 1960-an dengan mengambil beasiswa Tulane Medical School, New Orleans. Menempuh pendidikan selama lima tahun dan akhirnya mendapatkan gelar MPH dan PhD.
5. Sulianti Sarorso Beri Ilmu Kesehatan Reproduksi Pada Masyarakat
Sulianti merupakan dokter yang revolusioner. Pasalnya bukan hanya fokus menyembuhkan pasien melainkan memberikan pendidikan kepada masyarakat untuk hidup sehat. Ia menyampaikan gagasan tentang pendidikan seks, alat kontrasepsi dan pengendalian kehamilan kepada masyarakat melalui media lokal di Yogyakarta, seperti RRI.
Sulianti juga fokus terhadap keluarga berencana yang mana memberikan pendidikan terhadap kelahiran yang tidak terkontrol, buruknya kesehatan ibu dan anak dan bahkan kondisi malnutrisi terhadap produksi yang tidak terkontrol dengan baik.
Namun, gagasan Sulianti sempat mendapatkan penolakan oleh beberapa oknum dan mendapatkan teguran dari Kementerian Kesehatan.
6. Sulianti Dikenal Sebagai Dokter Yang Tidak Pernah Menyuntik Pasien
Selama hidupnya, Sulianti merupakan dokter yang cenderung memberikan edukasi kepada masyarakat untuk hidup lebih sehat. Sulianti diketahui tidak memiliki klinik pribadi untuk memeriksa para pasien.
“Ibu itu lebih sebagai dokternya masyarakat,” ujar putri Sulianti, Dita Suroso seperti dilansir dari laman Indonesia.go.id pada Kamis, 20 Januari 2022.
Menurut Dita, filosofi yang dipegang oleh ibunya bukanlah sekadar mengobati pasien melainkan membuat masyarakat hidup sehat dan sejahtera. Sementara itu, nama Sulianti Suroso kini digunakan sebagai nama rumah sakit yang digunakan sebagai rumah sakit rujukan pasien Covid-19, RSPI Sulianti Suroso.
Kisah Sulianto Saroso ini juga bisa ditonton secara gratis lewat kanal YouTube Pembangunan Jaya yang sudah diunggah pada Rabu, 19 Januari 2022. Film dokumenter Maestro Indonesia yang disutradarai oleh Riri Riza ini juga akan menampilkan tokoh lainnya termasuk pengusaha Ciputra.
Baca Juga: 5 Fakta Nindy Ellesse, Penyanyi Senior Meninggal Sempat Idap Kanker
