China Kembangkan Jet Supersonik, Beijing ke New York Cuma 1 Jam
ZIGI – Perusahaan China, Space Transportation menciptakan jet supersonik yang dapat menempuh perjalanan dari Beijing, China ke New York, Amerika Serikat hanya dalam waktu satu jam yang biasanya selama 12 jam.
Pesawat tersebut dikabarkan akan menghabiskan biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan dengan pesawat luar angkasa. Lantas bagaimana kinerja jet tersebut hingga mampu melakukan perjalanan China-New York hanya dalam waktu satu jam? Simak yuk artikelnya di bawah ini!
Baca Juga: 5 Fakta Super Air Jet Maskapai Milenial, Ini Tarif dan Rutenya
Space Transportation Ciptakan Jet Supersonik
Space Transportation baru-baru ini mengembangkan kombinasi pesawat dan roket bersayap untuk perjalanan ke luar angkasa. Namun, pesawat tersebut nantinya juga dapat digunakan untuk perjalanan di bumi dengan menempuh perjalanan yang lebih cepat dibandingkan dengan pesawat tradisional.
Dilansir dari Robb Report, perjalanan dari Beijing ke New York hanya menempuh waktu satu jam. Perusahaan ini juga mengklaim bahwa pesawatnya dapat melakukan perjalanan dengan kecepatan 2.600mph.
Juru bicara perusahaan mengatakan kepada pihak media China bahwa biaya operasional pesawat ini lebih rendah dibandingkan dengan pesawat luar angkasa yang sudah ada.
Sebelumnya, Space Transportation telah mengumpulkan biaya sebesar US$ 46,3 juta (Rp 664 miliar) untuk menciptakan pesawat jet supersonik tersebut. Jet supersonik ini berbeda dengan pesawat pada umumnya. Pasalnya, pesawat supersonik tersebut melakukan perjalanan dengan arah vertikal seperti roket yang sedang meluncur.
Cara Penerbangan Jet Supersonik Space Transportation
Dalam sebuah presentasi digital, Space Transportation menjelaskan cara penerbangan jet supersonik yang tengah dikembangkan tersebut.
Tampak dalam video presentasi ini, penumpang menaiki pesawat yang terpasang sayap dan pendorong roket. Jet yang sudah ditumpangi tersebut akhirnya lepas landas dari roket pendorong kemudian terbang ke ruang suborbital.
Pesawat itu melaju dengan sangat cepat ke udara secara vertikal. Setelah sampai tujuan, pendorong peluncur akan kembali ke landasan. Cara kerja dari pesawat ini hampir mirip dengan roket Falcon 9 SpaceX.
Space Transportation berencana akan melakukan tes darat pada 2023. Sementara uji coba terbang pesawat ini akan dilakukan pada 2024.
Apabila pesawat tersebut telah melakukan serangkaian tes dan berhasil melalui uji coba, jet supersonik ini siap diterbangkan dengan membawa penumpang pada 2025. Sementara pesawat ini akan melakukan perjalanan wisata ke luar angkasa pada 2030.
Sebelum mengembangkan jet supersonik ini, Space Transportation telah melakukan uji penerbangan ke luar angkasa untuk roket Tianxing 1 dan Tiangxing 2. Namun, perusahaan tersebut tidak memberikan hasil tes tersebut ke pihak media.
Baca Juga: Jeff Bezos Wisata ke Luar Angkasa Juli 2021, 1 Tiket Dilelang
