5 Fakta Museum Wayang yang Wajib Diketahui Generasi Sekarang
ZIGI – Pertunjukan wayang dari Indonesia telah diakui UNESCO pada 7 November 2003 sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity atau karya kebudayaan yang mengagumkan di bidang cerita narasi dan warisan budaya yang indah dan berharga.
Kendati telah diakui dunia sebagai budaya Indonesia, wayang beberapa kali diklaim negara Malaysia yang ingin mengakuinya. Sebagai salah satu upaya menjaga budaya bangsa, Indonesia telah lama membangun Museum Wayang di beberapa daerah. Salah satu yang akan dibahas dalam artikel ini adalah Museum Wayang di Jakarta Barat.
Bagi generasi masa kini, tentunya wajib banget dong untuk mengetahui seluk beluk wayang utamanya melalui Museum Wayang. Untuk itu, kali ini Zigi.id telah merangkum deretan fakta Museum Wayang yang perlu diketahui. So, simak sampai habis ya.
Baca Juga: Kronologi Seorang Pemuda Lempar Cake ke Lukisan Monalisa
1. Sejarah Museum Wayang
Museum wayang yang berada di Jl. Pintu Besar Utara No.27, Jakarta Barat dibangun untuk memanfaatkan bangunan peninggalan Belanda. Melansir situs Mitra Museum Jakarta, bangunan itu awalnya bernama De Oude Hollandsche Kerk atau Gereja Lama Belanda dibangun pertama kali pada tahun 1640.
Pada tahun 1732, bangunan tersebut mengalami renovasi yang membuatnya berganti nama menjadi de Nieuwe Hollandse Kerk atau Gereja Baru Belanda. Sayangnya, bangunan pasca renovasi hanya bertahan hingga tahun 1808 usai mengalami kerusakan akibat gempa bumi.
Setelah hancur, bangunan tersebut diperbaiki lagi dan berganti nama menjadi Oude Bataviasche Museum. Pergantian nama tersebut dilakukan oleh Stichting Oud Batavia atau Lembaga Batavia Lama pada tahun 1939.
Puluhan tahun kemudian, bangunan itu resmi dijadikan Museum Wayang tepatnya pada tahun 1975. Peresmiannya dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta kala itu, Ali Sadikin.
2. Tujuan Dibuat Museum Wayang
Museum Wayang dibangun untuk melestarikan kesenian tersebut melalui koleksi-koleksinya. Dengan adanya museum diharapkan generasi penerus bisa berjalan menembus dimensi waktu masa lalu agar semakin menghargai warisan nenek moyang.
"Menjadikan Museum Wayang sebagai pusat pelestarian pewayangan dan pedalangan Indonesia dan sebagai tujuan kunjungan wisata seni dan budaya yang bertaraf Internasional," demikian tulis Visi Museum Wayang dikutip dari Mitera Museum Jakarta pada Rabu, 13 Juli 2022.
3. Koleksi Museum Wayang
Menurut data, Museum Wayang telah mempunyai kurang lebih 5373 koleksi yang bisa menjadi bahan edukasi. Tak hanya dari Indonesia, di museum ini dipamerkan pula koleksi wayang dari mancanegara.
Jenis-jenis wayang pun ada di sini meliputi wayang kulit, wayang golek, dan masih banyak lagi. Wayang-wayang yang berasal dari mancanegara berasal dari Thailand, Suriname, China, Vietnam, Perancis, India, Malaysia dan Kamboja.
4. Punya Berbagai Fasilitas
Di Museum Wayang, Jakarta Barat saat ini telah tersedia berbagai fasilitas penunjang. Fasilitas tersebut terdiri dari AC, toilet, mushola, pemandu tur (4 orang) dan ruang pagelaran wayang.
Museum Wayang buka setiap hari Selasa hingga Minggu dari jam 09.00 pagi hingga jam 17.00. Namun selama masa PPKM akibat pandemi, museum ini buka hanya sampai jam 15.00. Uniknya, museum ini tutup setiap hari Senin.
5. Harga Tiket Museum Wayang
Harga tiket masuk Museum Wayang tergolong terjangkau sesuai dengan Perda Provinsi DKI Jakarta No. 1 Tahun 2015. Lebih detailnya adalah sebagai berikut:
- Dewasa Rp 5.000
- Mahasiswa Rp 3.000
- Anak-anak/Pelajar Rp 2.000
Rombongan (minimal 30 orang)
- Rombongan Dewasa Rp 3.750
- Rombongan Mahasiswa Rp 2.250
- Rombongan Anak-anak/Pelajar Rp 1.500
Museum Wayang masih berada di kawasan wisata kota tua Jakarta sehingga sangat dianjurkan untuk dikunjungi saat kamu berada di sana. Yuk, sama-sama melestarikan wayang sebagai kekayaan bangsa kita.
Baca Juga: 6 Fakta Lukisan Mona Lisa yang Dilempar Kue di Museum Louvre
