Siap Sidang Kasus Twitter, Elon Musk Minta Berkas ke Jack Dorsey
ZIGI – Drama Elon Musk dan Twitter masih berlanjut hingga sekarang. Pasalnya CEO Tesla ini memanggil salah satu pendiri perusahaan tersebut, Jack Dorsey untuk memberikan informasi dokumen perusahaan di persidangan yang akan berlangsung pada Oktober mendatang.
Selain Jack Dorsey, mantan karyawan Twitter belum lama ini telah menuding perusahaan telah berbohong mengenai bot dan sistem keamanan. Lantas bagaimana perkembangan kasus Elon Musk dan Twitter? Yuk simak ulasan selengkapnya di bawah ini!
Baca Juga: Elon Musk Bakal Digugat karena Batalkan Pembelian Twitter
Elon Musk Minta Dokumen Twitter ke Jack Dorsey
Elon Musk meminta sejumlah dokumen dari salah satu pendiri Twitter, Jack Dorsey sebagai langkah untuk membatalkan akuisisi perusahaan tersebut di persidangan pada 17 Oktober mendatang.
Melansir dari The Verge, Elon Musk meminta Jack Dorsey terkait akun sampah dan bot sekaligus dokumen rencana pembelian perusahaan Twitter pada April lalu. Sementara Dorsey diketahui telah mundur dari jabatannya sebagai CEO Twitter pada November 2021 dan digantikan oleh Parag Agrawal.
Terdapat beberapa poin penting dalam berkas pengadilan yang diajukan oleh tim hukum Elon Musk kepada Jack Dorsey, diantaranya pengaruh maupun dampak akun palsu, spam pada bisnis dan operasi Twitter hingga penggunaan mDAU (Monetizable Daily Active Users) oleh Twitter.
Pihak Twitter belum memberikan komentar terkait munculnya salinan berkas pengadilan tim kuasa hukum Elon Musk untuk meminta sejumlah informasi terkait akun palsu dan bot ke Jack Dorsey.
Mantan Kepala Keamanan Siber Tuding Twitter Bohong Terkait Akun Palsu
Di samping itu, Mantan Kepala Keamanan Siber Twitter, Peiter Mudge Zatko memberikan keluhannya terkait keamanan perusahaan. Ia baru saja dipecat dari Twitter pada Januari 2022 karena menolak untuk diam terkait keamanan perusahaan yang rawan diretas.
Zatko bahkan mengeluhkan terkait keamanan Twitter ke Securitise and Exchange Commission (SEC) Amerika pada bulan lalu dan menuding perusahaan telah menipu pemegang saham dan melanggar beberapa perjanjian yang sudah dibuat dengan Federal Trade Commission (FTC) untuk masalah standar keamanan.
Keluhan ini Zatko ungkapkan ketika diwawancara CNN dan The Washington Post terkait hubungannya dengan Twitter. Mantan kepala keamanan siber Twitter ini juga menyatakan alasannya bergabung dengan perusahaan karena platform tersebut menjadi sumber daya penting di dunia namun CEO Parag Agrawal menolak untuk mengatasi kegagalan dalam sistem keamanan.
“Ïni tidak akan pernah menjadi langkah pertama saya, tetapi saya yakin saya masih memenuhi kewajiban saya kepada Jack (Dorsey) dan pengguna platform. Saya ingin menyelesaikan pekerjaan yang Jack bawakan untuk saya yaitu memperbaiki tempat,” ujar Peiter Mudge Zatko saat wawancara dengen The Washington Post.
Adapun beberapa yang dikeluhkan Zatko ke SEC yakni akses sembarangan, menyesatkan FTC, mengabaikan bot, sewa agen pemerintah hingga kegagalan untuk menghapus data pengguna saat diminta.
Terkait keluhan Zatko terhadap sistem keamanan Twitter, juru bicara perusahaan angkat bicara. Mantan karyawannya tersebut dipecat karena kinerjanya yang buruk selama enam bulan terakhir.
“Tuan Zatko dipecat dari Twitter karena kinerja yang buruk dan kepemimpinannya tidak efektif selama enam bulan lalu,” ujar Juru bicara Twitter kepada CNN.
Lebih lanjut, juru bicara Twitter menyebut keluhan Zatko di media hanya sekedar mencari sensasi setelah dipecat pada Januari lalu.
“Tuduhan Tuan Zatko tampaknya dirancang untuk menarik perhatian dan menimbulkan kerugian di Twitter, pelanggan dan pemegang saham,” lanjutnya.
Tuduhan yang diungkapkan oleh Zatko tentu berdampak kepada perusahaan. Hingga saat ini, pihak FTC tengah meninjau keluhan tersebut dan memungkinkan Twitter didenda apabila tuduhan Zatko benar.
Selain berdampak bagi Twitter, keluhan Zatko akan mempengaruhi perjuangan Elon Musk yang kini sedang bersitegang dengan perusahaan tersebut. Bahkan tim kuasa hukum Elon Musk telah berencana memanggil Zatko untuk melawan Twitter.
Sementara belum lama ini tim kuasa hukum Elon Musk juga meminta informasi kepada salah satu pendiri sekaligus mantan CEO Twitter, Jack Dorsey terkait akun palsu dan bot.
Baca Juga: Elon Musk Usulkan Kantor Twitter Jadi Rumah Tunawisma
