Kisah 2 Mahasiswa Asal Indonesia Jadi Pembicara di Kantor FBI Amerika
ZIGI – Dua mahasiswa UNAIR (Universitas Airlangga), Eko Mangku Cipto dan Harianto Rantesalu, berhasil membongkar kasus kejahatan yang menargetkan situs resmi pemerintah Amerika Serikat. Berkat keberhasilan ini, FBI pun mengundang keduanya menjadi pembicara di markas meeka secara langsung.
Kasus yang ditangani Eko Mangku Cipto dan Harianto Rantesalu terjadi sekitar Maret 2021 dan merupakan kerja sama dua lembaga dari dua negara. Simak berita lengkapnya di bawah ini.
Baca juga: Memahami Pig Butchering Scam, Modus Penipuan Kripto Disorot FBI
Awal Mula Kasus Scampage yang Menyasar Situs Resmi Amerika Serikat
Kasus ini bermula saat tersangka yang berstatus sebagai WNI yaitu SFR (penyebar scampage) dan MZMSBP (pembuat scampage) membuat situs yang mirip dengan milik pemerintah Amerika Serikat. Kedua pelaku berusaha untuk mengambil data pribadi warga Amerika untuk mencairkan dana PUA (Pandemic Unemployment Assitance).
PUA merupakan bantuan keuangan bagi warga AS yang tidak memiliki pekerjaan selama pandemi. Tiap satu data bisa dipakai untuk mencarikan sekitar US$ 2000 atau sekitar Rp30 juta. SFR dan MZMSB juga berniat untuk menjual data tersebut guna mengeruk keuntungan lebih banyak.
Melansir dari situs Polri.go.id, keduanya mendapat imbalan dalam bentuk kripto Bitcoin yang diberikan oleh S (DPO WN India) sebagai dalang utama. SFR dikabarkan menerima keuntungan Rp420 juta, sementara MZMSBP Rp60 juta.
Dari penelusuran polisi, data tersebut diberikan oleh SFR kepada S via Whatsapp dan juga Telegram. Total data yang telah disetorkan mencapai 30 ribu data. Penyelidikan kasus tersebut dilakukan selama 3 bulan, dengan koordinasi anatara Polda Jawa Timur dengan Mabes Polri dan juga FBI.
Kisah 2 Mahasiswa Bongkar Pemalsuan Situs, Jadi Pembicara di FBI Amerika Serikat
Dalang dari keberhasilan kasus ini adalah Eko Mangku Cipto dan Harianto Rantesalu, mahasiswa Magister Kajian Ilmu Kepolisian, Sekolah Pascasarjana Univeristas Airlanga. Keduanya berhasil membongkar kasus scampage yang membuat Pemerintah Amerika Serikat ikutan heboh.
Melansir dari situs unair.ac.id pada Kamis, 13 Oktober 2022, keduanya mendapat undangan jadi pembicara di markas besar Federal Bureu Investigation (FBI) di Cleveland, Ohio, Amerika Serikat.
“Kasus yang dalam penanganannya melibatkan dua institusi yaitu FBI dan Polda Jawa Timur dengan tim siber Ditreskrimsus ini menurut Kapolda Jatim, Nico Afinta, mengatakan bahwa data pribadi tersebut digunakan untuk mencairkan dana PUA atau dana bantuan untuk pengangguran warga negara Amerika senilai US$ 2000 setiap satu data orang dan juga untuk dijual lagi seharga US$ 100 setiap satu data orang,” kata Eko di hadapan pihak yang berwenang.
Saat ini kedua tersangka sudah diamankan oleh pihak kepolisian. Dua mahasiswa yang mendapat undangan dari FBI yaitu Eko Mangku Cipto dan Harianto Rantesalu menuai pujian dari netizen berkat prestasi mereka.
Baca juga: 8 Podcast Terbaik untuk Belajar Kripto Bagi Investor Pemula
