Mengenal Tradisi Pingitan yang Dilakukan Erina Gudono

Image title
7 Desember 2022, 19:02
Erina Gudono
Instagram/@erinagudono
Erina Gudono

ZIGI – Menjelang hari pernikahan, Erina Gudono menjalani tradisi pingitan yakni mengurung diri dan tidak bertemu dengan calon suami hingga resmi berstatus sebagai suami istri dengan Kaesang Pangarep.

Pingitan dikenal sebagai tradisi Jawa yang dilangsungkan oleh pengantin wanita selama beberapa waktu. Lantas apa sebenarnya tradisi pingitan yang dijalankan oleh Erina Gudono? Yuk simak ulasan selengkapnya di bawah ini!

Baca Juga: 3 Fakta Persiapan Pernikahan Erina Gudono dan Kaesang Pangarep

1. Mengenal Tradisi Pingitan

Putri Tanjung
Photo : Instagram/@putri_tanjung
Putri Tanjung

Melansir dari Info Budaya, hampir setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi masing-masing terkait upacara pernikahan. Tradisi yang populer didengar oleh masyarakat adalah Pingit atau Pingitan di mana tradisi ini banyak dilakukan oleh wanita Jawa menjelang hari pernikahan.

Proses pingitan biasanya banyak dilakukan oleh pasangan yang melaksanakan adat Jawa khususnya Yogyakarta seperti yang dilakukan oleh Erina Gudono dan Kaesang Pangarep. Selama di-pingit, mempelai wanita tidak diperkenankan untuk keluar rumah maupun bertemu dengan mempelai pria.

Dahulu, pingitan ini berlangsung selama satu hingga dua bulan namun proses pingitan saat ini menyesuaikan zaman dan waktunya relatif lebih cepat. 

Pingitan rupanya memiliki maksud tujuan yang baik yaitu bisa menjaga kedua mempelai dari marabahaya. Karena pingitan dipercaya bahwa calon pengantin memiliki ‘darah manis’ sehingga rentan terkena gangguan yang sifatnya tidak terlihat.

Selama proses pingitan, mempelai wanita bisa menyiapkan diri untuk masa pernikahan di antaranya dengan melakukan perawatan mulai dari rambut hingga kaki. Selain itu, mempelai wanita juga disarankan untuk melakukan puasa agar tampil cantik.

2. Manfaat Pingitan bagi Pengantin

Vidi Aldiano dan Sheila Dara menikah
Photo : YouTube/ Vidi Aldiano
Vidi Aldiano dan Sheila Dara menikah

 

Tradisi pingitan bukan sekadar mengurung diri hingga pernikahan berlangsung. Melainkan ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan oleh pengantin yang melakukan pingitan, di antaranya:

  • Memupuk rasa rindu kepada pasangan
  • Mengistirahatkan tubuh dan pikiran sehingga selama pingitan berlangsung, segala macam urusan pernikahan dilakukan oleh pihak keluarga.
  • Sebagai waktu me time alias merawat diri.
  • Menghindarkan diri dari marabahaya 
  • Meningkatkan kesabaran dan kepercayaan kepada pasangan
  • Bisa lebih dekat dengan keluarga khususnya bagi pengantin yang merantau ke kota maupun negara orang lain.

3. Macam-Macam Pingitan di Daerah Lain

Pingitan Suku Muna
Photo : Instagram/@nurmawati_athi
Pingitan Suku Muna

Rupanya, tradisi pingitan bukan hanya dilakukan oleh suku Jawa. Tradisi ini rupanya juga dilakukan oleh sejumlah masyarakat di beberapa daerah. Di daerah-daerah tertentu, pingitan bukan hanya berlaku menjelang pernikahan saja. Lantas di mana saja? Berikut jenis pingitan di berbagai daerah:

1. Karia

Karia merupakan tradisi pingitan yang dilakukan oleh Suku Muna yang berada di Sulawesi Tenggara. Pingitan ini tidak hanya berlaku untuk pernikahan saja melainkan juga mereka yang sudah dewasa. Untuk waktunya, pingitan suku Muna bisa memakan waktu sehari atau empat hari empat malam.

2. Dipiare

Dipiare mungkin sudah jarang dilakukan oleh Suku Betawi. Orang asli Betawi biasanya akan menerapkan pingitan ini sebulan lamanya namun seiring berjalannya waktu, pingitan Suku Betawi ini hanya berlangsung selama satu atau dua hari.

3. Pasuo atau Bakurung

Pingitan Pasuo ini menandakan masa transisi di mana perempuan sudah memasuki usia dewasa, Pingitan ini dilakukan oleh Suku Buton di mana ada tiga tahap yakni pemberian asap kemenyan, kedua dilakukan setelah lima hari dengan merubah penampilan dan terakhir saat malam kedelapan dengan memandikan wanita yang sudah dewasa dengan wadah bernama bhosu.

4. Bapingit

Bapingit memiliki nama yang hampir sama dengan pingitan namun ada dua macam acara yang bisa menggunakan tradisi ini. Pertama digunakan untuk acara pernikahan di mana mempelai wanita bapingit seperti halnya di Jawa. Kemudian acara lainnya adalah ketika seseorang akan menamatkan Al Quran.

Nah, di atas sederet pengertian dan macam-macam tradisi pingitan yang digunakan di berbagai daerah selain Jawa. Sementara Erina Gudono menjalani pingitan seminggu sebelum pernikahannya dengan Kaesang Pangarep.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Kado Pernikahan yang Bermanfaat untuk Sahabat

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...