Rupiah Tembus Rp 13.650, Terimbas Devaluasi Cina
KATADATA ? Kurs rupiah kembali melemah. Pada perdagangan hari ini, nilai rupiah berada di angka Rp 13.650 per dolar Amerika Serikat (AS). Bank Indonesia (BI) menilai turunnya kurs rupiah disebabkan kebijakan Cina yang mendevaluasi mata uangnya sebesar 2 persen.
Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, pelemahan rupiah hanya bersifat sementara, karena dampak kebijakan Cina tersebut tidak terlalu besar dibandingkan mata uang sekawasan.
?Pengaruh kebijakan di Cina terhadap rupiah tidak sebesar ke dolar Singapura, won Korea, dolar Taiwan, dan bath Thailand. Ini akan bersifat sementara. Meskipun, kami melihat bahwa saat ini rupiah undervalued,? ujar dia dalam keterangan yang diterima Katadata, Selasa (11/8).
Kebijakan bank sentral Cina atau Bank of China, kata dia, untuk mengurangi pelarian modal di negara tersebut. Sekaligus untuk meningkatkan daya saing ekspor, serta melindungi investor dalam negeri. Mirza menyebut mata uang Jepang, Korea Selatan, dan Eropa merupakan pesaing dagang utama Cina, sehingga mengalami pelemahan cukup besar.
Dalam pantauan BI, rupiah saat ini sudah cukup kompetitif terhadap ekspor manufaktur. Diharapkan pelemahan nilai rupiah bisa mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. BI pun akan selalu mengawasi perkembangan ilai tukar rupiah dan menjaga volatilitas kurs rupiah.
Mantan Menteri Keuangan M. Chatib Basri berpendapat, kebijakan Cina bisa menganggu pemulihan ekonomi Eropa. Bahkan, bisa membuat kenaikan suku bunga AS (Fed Rate) jadi tertunda. Kombinasi kedua hal ini, kata dia, bisa membuat ketidakpastian pasar semakin berkepanjangan.
Bagi Indonesia, ekspor ke berbagai negara juga bisa semakin sulit karena harga barang dari Cina menjadi lebih murah. Jika perang mata uang ini berkelanjutan, maka pelemahan nilai tukar akan terus terjadi dan ketidakpastian pasar akan menjadi-jadi.
?Karena itu harus diantisipasi,? kata dia. ?Dalam situasi global yang tidak pasti ini, sumber pertumbuhan harus bertumpu pada pasar domestik, karena itu keep buying strategy jadi penting.?
