Wall Street ditutup turun dengan Indeks S&P 500 dan Nasdaq anjlok, tertekan aksi jual di sektor teknologi imbas kebijakan tarif semikonduktor dari pemerintah AS.
IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menguji level 9.100 meski waspada profit taking, dengan rekomendasi saham perbankan seperti BRIS dan BMRI dari analis.
Kontrak berjangka Wall Street terpantau lesu pada Rabu (14/1) waktu AS. Pasar masih mencermati Mahkamah Agung AS yang tengah memproses gugatan terhadap wewenang tarif Donald Trump.
IHSG kembali menembus rekor baru. Data perdagangan bursa menunjukkan nilai transaksi saham sore ini sebesar Rp 29,08 triliun dengan volume 64,26 miliar saham dan frekuensi sebanyak 3,43 juta kali.
IHSG menurut proyeksi PT Mirae Asset Sekuritas bisa mencapai level 10.500 tahun ini. Kunci utama untuk mencapai target itu adalah keselarasan antara kebijakan moneter dan fiskal.
CEO Danantara menyatakan penguatan fokus bisnis Himbara akan diarahkan sesuai karakteristik masing-masing bank. Sebagai contoh, BRI akan difokuskan untuk memperkuat pembiayaan UMKM dan ritel.