Jika eksploitasi tanpa pemulihan ekologi tetap dilakukan, stok ikan di Indonesia akan anjlok hingga 81 persen pada 2035.

Spesies tuna di perairan Indonesia dalam ancaman. Hal itu ditunjukkan dari tingkat eksploitasi yang sudah mencapai titik maksimum di sebagian besar laut Nusantara. Gejala kepunahan juga ditandai dengan masuknya tiga spesies tuna di Indonesia ke dalam daftar merah sebuah lembaga kajian di bidang lingkungan, International Union for Concervation of Nature (IUCN).

Kerentanan stok tuna nasional juga tertuang  dalam laporan Indian Ocean Tuna Commission (IOTC). Institusi kerjasama perikanan di kawasan Samudera Hindia itu menyimpulkan tuna di Indonesia telah ditangkap secara berlebihan. Jika tidak dibatasi, dalam tiga hingga 10 tahun jumlah tuna akan berkurang drastis dan terancam punah. Selain itu, gejala kepunahan tuna juga terlihat dari mengecilkan ukuran tuna yang ditangkap di Indonesia, Thailand, dan Filipina.  

Kajian akademik yang dilakukan University of California, Santa Barbara (UCSB) dan Balitbang Kelautan dan Perikanan menyebutkan reformasi perikanan berupa pembatasan eksploitasi harus dilakukan. Upaya tersebut bertujuan menyelamatkan biomassa ikan (tidak hanya tuna) di Indonesia. Jika eksploitasi tanpa pemulihan ekologi tetap dilakukan, stok ikan di Indonesia akan anjlok hingga 81 persen pada 2035

Jeany Hartriani