Menilik Kisah Pilu di Balik Keindahan Danau Tolire Maluku Utara

Danau Tolire merupakan objek destinasi wisata Maluku Utara. Tidak hanya terkenal berkat keindahan dan pesona alamnya, danau ini terkenal berkat cerita legenda yang berkembang secara turun menurun.
Image title
Oleh Tifani
22 September 2022, 12:27
Danau Tolire
djkn.kemenkeu.go.id
Ilustrasi, Danau Tolire.

Danau Tolire merupakan salah satu objek destinasi wisata Maluku Utara, tepatnya danau besar ini berada di Kota Ternate. Tidak hanya terkenal berkat keindahan dan pesona alamnya, Danau Tolire juga dapat menarik para wisatawan berkat cerita legenda yang berkembang secara turun temurun.

Dilansir dari laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, salah satu kisah rakyat Ternate yang menjadi legenda dan dikenang hingga masa kini adalah cerita asal-usul terjadinya Danau Tolire.

Nuansa mistis bercampur haru mewarnai kisah klasik rakyat Ternate ini. Berikut ini adalah ulasan mengenai kisah di balik terciptanya Danau Tolire.

Legenda Terciptanya Danau Tolire

Dikisahkan, Danau Tolire dulunya merupakan sebuah kampung tenggalam karena suatu kutukan dewa. Kampung Tolire dulunya merupakan sebuah kumpung yang aman dan sentosa seperti dengan kampung yang lain di Kesultanan Ternate pada waktu itu.

Advertisement

Pada umumnya mereka sangat menghormati para leluhur-leluhurnya. Bahkan di sisi lain ada yang membuat sesajen sebagai tanda terima kasih kepada dewa-dewa yang telah melindungi mereka dari marabahaya.

Pada suatu saat persembahan sesajen atau upacara adat akan digelar kembali. Segala kekurangan sesaji yang berhubungan dengan upacara adat tersebut telah di siapkan. Para warga Kampung Tolire memakai pakaian berwarna-warni untuk lebih menambah semarak upacara adat tersebut. Gong dan tifa serta penari penarinya yang lemah lembut menampilkan kebolehannya.

Warga Kampung Tolire menikmati sampai tak sadar diri, padahal kepala kampung sudah memberitahukan bahwa selama upacara semalam tidak ada pelanggaran-pelanggaran yang nantinya membuat dewa murka. Malam pun tiba upacara pun berjalan dengan hikmanya. Upacara sesajen yang merupakan upacara adat malah menjadi sumber malapetaka bagi semua yang hadir.

Tuak dan arak telah menguasai diri masing masing, kepala kampung pada malam itu menari dengan rakyat tiba tiba menghilang dengan anak gadisnya.

Kecantikan yang tak ada bandingannya, rambutnya yang panjang sebatas betis, mengenakan ikat kepala dan memakai pakaian yang berkilauan, membuat kepala kampung atau bapaknya sendiri sudah mabuk-mabukkan, dan tidak tahu lagi kalau gadis yang sedang bersamanya ialah anaknya sendiri.

Hubungan terlarang antara ayah dan anak ini pun diketahui warga kampung. Ayah sekaligus kepala kampung yang begitu dihormati ini, lalu diusir dari kampung bersama sang puteri.

Menjelang pagi di kampung itu, ada seorang yang terbangun karena akan menyusui anaknya, tiba-tiba seorang ibu mendengar kokok ayam berkokok, “tolire gam jaha, tolire gam jaha, tolire gam jaha …”, yang artinya tolire dilanda bencana, tolire akan tenggelam.

Suara kokok ayam ini terdengar sampai tiga kali, setelah mendengar suara kokok ayam perasaan takut tiba tiba muncul pada dirinya. Pada saat itu terdengarlah gemuruh air dan gempa bumi.

Sebagian warga meyakini ini adalah hukuman dari Yang Kuasa akibat perbuatan maksiat ayah dan anak. Kampung terkoyak hingga muncul retakan di tanah lalu muncul air. Air semakin lama menenggelamkan seluruh kampung dan penduduknya. Kampung itu pun menjadi danau raksasa yang dikenal sebagai Danau Tolire besar.

Sang puteri kepala kampung mampu melarikan diri sebelum turut tenggelam. Ia berniat pergi ke pesisir laut. Belum sampai berlayar, tanah yang ia injak retak dan memunculkan air hingga jadi genangan. Ia pun tenggelam dan genangan ini dikenal sebagai Danau Tolire kecil.

Kutukan tak berhenti sampai di situ. Warga kampung terkena imbas dengan dikutuk menjadi buaya putih penjaga Danau Tolire besar. Kisah ini memang menjadi legenda di Danau Tolire. Namun warga mengaku, banyak wisatawan dan penduduk lokal melihat ada buaya putih di danau.

Menurut legenda Maluku Utara, ada seorang pawang yang dapat memandu para wisatawan melihat buaya putih di Tolire. Buaya putih Tolire biasanya muncul di sebelah barat, disitu sana lah pawang ini memberikan telur dan ikan. Jika ada seseorang melihat buaya dengan ikatan merah dilehernya, ini berarti para wisatawan dapat bericara dengan buaya itu.

Terlepas dari legendanya, danau seluas 5 hektar dan kedalaman 50 meter ini jadi tempat yang sempurna untuk menikmati keindahan alam Ternate. Bersantai di Danau Tolire makin menyenangkan ditemani pisang goreng dan air kelapa muda olahan masyatakat lokal.

 

Editor: agung
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait