Raih Medali di Semua Cabang, Indonesia Juara Umum ASEAN Para Games

Para-atletik menyumbang medali terbanyak dalam ASEAN Para Games 2022, dengan perolehan 63 emas, 44 perak, dan 24 perunggu. Diikuti cabang para-renang, dengan 29 emas, 31 perak, dan 27 perunggu.
Image title
6 Agustus 2022, 20:00
ASEAN Para Games 2022
ANTARA FOTO/Aji Styawan/YU
Ilustrasi, tim renang estafet Indonesia M Tauhidi Fatahillah (kiri) bersama Fathur Rizky Moreno (kedua kiri), Syucu Indriani (kedua kanan), dan Meliana Ratih Pratama (kanan) menunjukkan medali emas usai meraih posisi pertama pada final estafet 4x100 meter gaya bebas campuran S14 ASEAN Para Games 2022 di Stadion Jatidiri Semarang, Jawa Tengah, Kamis (4/8/2022).

Indonesia memastikan diri sebagai juara umum ASEAN Para Games 2022, setelah meraih setidaknya satu medali dalam semua cabang olahraga yang dipertandingkan dalam ajang tersebut.

Mengutip Antara, Sabtu (6/8), menjelang penutupan ASEAN Para Games 2022 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Indonesia sudah mengumpulkan 177 medali emas, 141 perak, dan 110 perunggu.

Capaian itu cukup bagi Indonesia untuk mempertahankan gelar juara umum pesta olahraga terbesar atlet penyandang disabilitas se-Asia Tenggara tersebut. Sebelumnya, Indonesia juga melakukan hal serupa dalam ASEAN Para Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Saat itu, Indonesia mengumpulkan 126 medali emas, 75 perak, dan 50 perunggu. Perolehan tersebut membuat Indonesia meraih gelar juara umum ASEAN Para Games yang kedua kalinya, setelah edisi 2014 di Naypyidaw, Myanmar.

Advertisement

Berdasarkan laman resmi ASEAN Para Games 2022, kontingen Indonesia tak pernah absen naik podium penyerahan medali dalam 14 cabang olahraga yang dipertandingkan.

Para-atletik menjadi cabang olahraga penyumbang medali terbanyak, dengan perolehan 63 emas, 44 perak, dan 24 perunggu. Diikuti oleh cabang para-renang yang mengemas 29 emas, 31 perak, dan 27 perunggu.

Selanjutnya ada para-tenis meja yang mengumpulkan 27 medali emas, 16 perak, dan 22 perunggu. Kemudian, para-powerlifting berkontribusi dengan meraih 18 medali emas dan enam perunggu.

Lalu para-catur dengan 13 emas, 19 perak, dan delapan perunggu. Sedangkan, dari cabang para-bulu tangkis, Indonesia mengemas 13 emas, sembilan perak, dan delapan perunggu.

Kemudian, dari cabang blind judo, Indonesia mendapatkan sembilan medali emas, lima perak, dan tiga perunggu. Disusul cabang para-panahan, yang mendulang tiga emas, tiga perak, dan empat perunggu. Terakhir, dari cabang boccia menyumbang satu emas, empat perak, dan enam perunggu, sementara bola voli duduk satu emas dan satu perunggu.

Dari 14 cabang olahraga yang dipertandingkan, kontingen Indonesia hanya gagal mengantungi medali emas di empat cabang yakni bola basket kursi roda, tenis kursi roda, sepak bola celebral palsy, dan goalball.

Bola basket kursi roda harus puas dengan dua medali perunggu, tenis kursi roda mendapatkan dua perak dan dua perunggu, sepak bola celebral palsy memperoleh satu perak, serta goalball berakhir dengan satu perak dan satu perunggu.

"Seluruh target yang dicanangkan CdM semua terpenuhi kecuali satu, yakni sepak bola CP kita kalah adu penalti dengan Thailand. Kami dapat perak, kalau prediksinya emas," kata Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia Andi Herman, dikutip dari Antara.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait