SBY: Indonesia Sedang Hadapi Krisis Kembar

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai Indonesia saat ini sedang dihadapkan pada ujian sejarah dan mengalami krisis kembar.
Dimas Jarot Bayu
17 Agustus 2020, 14:01
pandemi corona, mantan presiden SBY, susilo bambang yudhoyono
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meyakini Indonesia mampu melalui masa berat pandemi corona.

Indonesia memperingati hari ulang tahun kemerdekaan yang ke-75 di tengah pandemi virus corona. Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai Indonesia saat ini sedang dihadapkan pada ujian sejarah dan mengalami krisis kembar.

Krisis yang pertama adalah pandemi virus corona. “Kedua adalah krisis ekonomi,” kata SBY dalam tayangan video yang diunggah Sekretariat Presiden di Youtube, Senin (17/8).

Menghadapi krisis kembar tersebut, SBY menilai Indonesia harus tetap bersatu. Pemerintah harus memimpin, membimbing, dan menolong masyarakat. 

Sementara, masyarakat harus mendukung penuh pemerintah dan menjalankan kewajibannya masing-masing. Masyarakat juga diminta optimistis.

Advertisement

Dengan demikian ia meyakini Indonesia akan bisa melalui masa-masa yang berat ini. “Pada saatnya percayalah badai akan berlalu,” kata SBY.

Adapun, menurut SBY, Indonesia saat ini telah menjadi negara terbesar di Asia Tenggara. Indonesia juga telah berhasil masuk dalam G20.

 Dengan pencapaian tersebut, cita-cita Indonesia menjadi negara yang kuat dan maju di masa mendatang bukanlah angan-angan kosong semata. Tugas bangsa Indonesia, termasuk generasi muda adalah terus membangun negeri.

“Insyaallah kita bisa, meskipun masih banyak pekerjaan rumah kita, utamanya meningkatkan kesejahteraan rakyat,” kata dia.

Pandemi virus corona memukul perekonomian Indonesia. Pada kuartal kedua, Indonesia mengalami kontraksi ekonomi hingga mencapai 5,32% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pemerintah memproyeksi ekonomi sepanjang tahun ini akan tumbuh negatif 1,1% hingga positif 0,4%, 

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait