Para Menteri dan Bankir Kumpul di Pertemuan Tahunan BI, Bahas Apa?

Para menteri dan direktur utama perbankan terpantau hadir dalam Pertemuan Tahunan BI pada Rabu (30/11). Dalam pertemuan ini, BI akan memaparkan arah kebijakan tahun depan.
Agustiyanti
30 November 2022, 10:44
pertemuan tahunan BI, Bank indonesia, update me
Arief Kamaludin|KATADATA
Bank Indonesia menggelar pertemuan tahunan pada Rabu (30/11).

Bank Indonesia menggelar pertemuan tahunan pada Rabu (30/11). Dalam pertemuan tahunan BI ini, hadir Presiden Joko Widodo, para pejabat Kabinet Indonesia Maju, serta para bankir dan pelaku sektor keuangan lainnya. 

Berdasarkan pantauan Katadata.co.id,  hadir antara lain Gubernur BI Perry Warjiyo, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Ketua Dewan Komisioner OJK, hingga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. 

Sementara para bankir yang terpantau hadir, antara lain Direktur Utama BRI Sunarso, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar, Direktur Utama BCA Jahja Setiatmadja, Direktur Utama Mandiri Darmawan Junaidi, dan Direktur Utama Bank Panin Herwidayatmo.

Presiden Joko Widodo juga hadir langsung dalam pertemuan tahunan ini dan akan memberikan arahan. Dalam pertemuan ini, Bank Indonesia biasanya memaparkan arah kebijakan pada tahun depan. 

BI sebelumnya menggambarkan kondisi keuangan tahun depan masih akan menghadapi masa sulit. Bank Sentral bahkan memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan melambat menjadi 4,37%, jauh di bawah target pemerintah sebesar 5,3%.

Perlambatan tersebut mencerminkan dampak dari kondisi ekonomi dunia yang disebut akan menghadapi risiko 'reflasi', yakni kombinasi resesi dan inflasi tinggi. "Tahun depan memang kemungkinan kita harus mewaspadai mitigasi perlambatan ekonomi dunia, dampak resesi terhadap dalam negeri," kata Gubernur BI Perry Warjoyo dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (21/11).

Perkiraan pertumbuhan tahun depan lebih rendah dibandingkan perkiraan tahun ini 5,12%. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan global yang juga diperkirakan melambat. Perkiraan BI, pertumbuhan global tahun depan 2,6%, dan berpotensi turun hingga 2%. Proyeksi pertumbuhan global itu lebih rendah dari perkiraan pertumbuhan tahun ini 3%.

Perry juga menyebut probabilitas resesi di Amerika Serikat dan Eropa telah meningkat, dengan kemungkinan AS jatuh ke jurang resesi selama periode setahun ke depan mencapai 60%. Ia bahkan menyebut winter alias situasi sulit tahun ini belum mencapai yang terburuk. 

"Tahun depan yang terburuk, karena ini memang berkaitan dengan geopolitik, fragmentasi politik, ekonomi dan investasi, pertumbuhan melambat," kata Perry.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait