Positif Corona RI Meningkat 1.761 Kasus, 52% Berasal dari Tiga Daerah

Secara total 95.418 orang di RI telah terkena Covid-19. Pemerintah juga sedang menyiapkan vaksin demi mencegah lebih banyak orang terkena corona.
Dimas Jarot Bayu
24 Juli 2020, 16:28
virus corona, covid-19, update data corona
ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/aww.
Tes usap terhadap guru sekolah menengah di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (23/7/2020). Jumlah kasus corona di RI bertambah 1.761 orang pada Jumat (24/7).

Pemerintah melaporkan bahwa jumlah kasus virus corona di RI meningkat 1.761 orang pada rilis data hari Jumat (24/7). Dengan demikian, 95.418 orang telah terkena Covid-19.

Dari data Kementerian Kesehatan, kasus baru ini didapatkan dari tambahan pemeriksaan 24.965 spesimen. Hingga pukul 12.00 WIB, total seluruh jejaring laboratorium telah memeriksa 1.335.889 sampel.

Sebanyak 917 atau 52% kasus baru yang dilaporkan hari ini berasal dari tiga provinsi. Ketiga wilayah tersebut adalah Provinsi Jawa Timur dengan 496 kasus, DKI Jakarta 297 pasien, serta Jawa Tengah 124 kasus.

 

Advertisement

Pemerintah juga melaporkan adanya tambahan 1.781 pasien Covid-19 yang sembuh sehingga total 53.945 orang telah pulih dari penyakit ini. Sedangkan jumlah kematian akibat corona bertambah 89 menjadi 4.665 orang.

Adapun jumlah suspect Covid-19 yang dilaporkan bertambah jadi 53.702 orang. Hingga saat ini, kasus corona telah terjadi di 470 kabupaten dan kotamadya di seluruh Indonesia.

Sedangkan pemerintah terus mendorong pengembangan vaksin buatan dalam negeri demi mencegah penularan corona. Salah satunya buatan PT Bio Farma (Persero) yang bermitra dengan perusahaan asal Tiongkok, Sinovac Biotech Ltd.

Rencananya, kandidat vaksin buatan Bio Farma-Sinovac akan memasuki uji klinis fase tiga. "Harapannya bisa selesai dalam waktu memadai dan produksinya bisa dilakukan," kata juru bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, Jumat (24/7).

Namun pemerintah juga memberi syarat dalam pengembangan antivirus yakni harus cepat, aman, dan tepat guna. Cepat berarti tidak memakan proses yang lama dalam pembuatannya. Tepat artinya bisa menimbulkan kekebalan.

Sedangkan aman bermakna harus melewati uji klinis dengan prosedur yang benar sebelum diproduksi. "Kita harus betul-betul cepat untuk bisa lindungi rakyat Indonesia," kata Wiku.

 

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait