Penularan Tak Mereda, Satgas Waspadai 23 Zona Merah Corona

Tiga daerah berada di Jakarta yakni Jaktim, Jakbar, dan Jakut. Penularan di zona merah tersebut tak mereda selama tiga pekan belakangan.
Image title
Oleh Rizky Alika
15 September 2020, 20:36
virus corona, zona merah, covid-19
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc.
Petugas kebersihan menyemprotkan cairan disinfektan di area Pasar Asem Reges, Jakarta Barat, Selasa (21/7/2020). Satgas Penanganan Covid-19 mencatata ada 23 daerah di RI yang bertahan sebagai zona merah corona selama tiga pekan hingga 13 September.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Pemerintah menyoroti 23 kabupaten dan kotamadya yang bertahan sebagai zona merah alias risiko tinggi penularan virus corona selama tiga minggu. Hal ini menjadi peringatan bagi seluruh pihak dari tingkat pusat maupun daerah untuk memperbaiki kondisi tersebut.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pemda dapat memperbaiki kondisi dengan pembatasan hingga promosi kesehatan secara massal.

“Harus ada reaksi pengendalian yang ketat agak kondisi lebih baik,” kata Wiku dalam konferensi pers secara virtual dari Kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (15/9).

 

Jawa Timur dan Sumatera Utara menyumbang wilayah zona merah terbanyak yang bertahan selama tiga pekan terakhir. Kabupaten Banyuwangi, Pasuruan, Kota Pasuruan, dan Kota Malang telah bertahan jadi zona risiko tinggi di Jatim dalam tiga minggu.

Di Sumatera Utara, ada Kota Medan, Kota Sibolga, Kabupaten Deli Serdang, dan Mandailing Natal yang bertahan sebagai zona merah dalam tiga minggu belakangan.

Berikutnya ada Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara sebagai daerah dengan penularan Covid-19 tinggi di DKI Jakarta. Di Jawa Barat ada Kota Depok dan Bekasi yang bertahan sebagai zona merah hampir sebulan.

Sedangkan Kabupaten Bangli dan Karangasem di Bali bertahan 21 hari sebagai zona risiko penularan tinggi. Sisanya adalah Aceh Besar (Aceh), Kotabaru (Kalimantan Selatan), Kota Batam (Kepulauan Riau), Kota Pekanbaru (Riau), dan Kabupaten Muara Enim (Sumatera Selatan).

Wiku juga menyampaikan bahwa kenaikan kasus Covid-19 dalam seminggu terakhir mencapai 10,4%. Sedangkan hingga 13 September, kenaikan insiden kasus corona tertinggi terjadi di Jakarta yakn 415,4 per 100 ribu penduduk.

Setelah DKI, insiden kasus Covid-19 tertinggi terjadi di Kalimantan Selatan, yaitu 217,75 kasus per 100 ribu penduduk. Berikutnya Gorontalo 188,07 kasus per 100 ribu penduduk, Sulawesi Utara 151,48 kasus per 100 ribu penduduk, dan Bali 147,34 kasus per 100 ribu penduduk.

Adapun, kasus pasien meninggal akibat Covid-19 dalam sepekan terakhir mencapai 2,2% secara nasional. Kota dengan angka kematian tertinggi terjadi di Surabaya yaitu 35,96 per 100 ribu penduduk, Semarang 31,71 per 100 ribu penduduk, dan Jakarta Pusat 29,78 per 100 ribu penduduk.

Selanjutnya, kota Manado sebanyak 23,03 per 100 ribu penduduk dan Mataram sebanyak 22,98 per 100 ribu penduduk. "Angka kematian ini mohon betul-betul ditekan," ujar Wiku.

Dari data Kementerian kasus, kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 3.507 menjadi 225.030 kasus. DKI masih menyumbang lonjakan kasus terbanyak yakni 1.076 orang. Di bawahnya ada Jatim dengan 378 kasus baru dan Jabar yang melaporkan tambahan 347 pasien.

 

Reporter: Rizky Alika

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait