Kasus Baru Covid-19 RI Tambah 9.687 Orang, 42 Persen di Jawa Barat

Angka kematian pasien Covid-19 RI juga bertambah 192 menjadi 33.788 orang.
Ameidyo Daud Nasution
17 Februari 2021, 18:25
jawa barat, covid-19, virus corona
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/aww.
Pesepeda menggunakan masker saat menyeberangi Jalan Braga di Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/2/2021). Kasus corona RI bertambah 9.687 orang pada Rabu (17/2).

Pemerintah melaporkan adanya 9.687 kasus baru Covid-19 sehingga 1.243.646 orang telah terkena penyakit ini.  Provinsi Jawa Barat menyumbang tambahan pasien terbanyak yakni 4.124 kasus atau 42 persen,

Provinsi DKI Jakarta berada di peringkat dua dengan 1.445 kasus. Sedangkan di bawahnya adalah Jawa Tengah yang melaporkan 869 pasien baru.

Kementerian Kesehatan juga melaporkan tambahan 8.002 kasus sembuh hari ini. Namun angka kematian pasien juga bertambah 192 menjadi 33.788 orang.

DKI Jakarta menyumbang lonjakan kematian terbanyak yakni 47 orang. Sedangkan Jawa Tengah berada di posisi kedua yakni tambahan 43 pasien meninggal.

Jawa Barat berada di posisi dua kasus corona terbesar yakni 184.106. Beberapa wilayah di Jabar juga mulai mengambil langkah untuk menghentikan penularan penyakit tersebut.

Salah satunya Pemerintah Kota Bogor yang menerapkan kebijakan ganjil-genap sejak Sabtu (6/2). Kebijakan yang berlaku hingga 14 Februari ini bertujuan mengurangi kerumunan.

"Anda hanya boleh masuk dan berkendara di Kota Bogor apabila plat nomor anda sesuai dengan tanggal tersebut," ujar Bima dilansir dari akun Instagram @bimaaryasugiarto pada Kamis (4/2). 

Sedangkan Presiden Joko Widodo menginstruksikan para wali kota untuk melakukan Pemberlakukan Pembatasan (PPKM) Skala Mikro untuk menekan laju corona.  Jokowi juga menyampaikan arahan agar daerah tak mengambil opsi karantina wilayah (lockdown) untuk mencegah penularan Covid-19.

Presiden menyampaikan, lockdown bisa merusak kegiatan ekonomi masyarakat, padahal kasus SARS-CoV-2 hanya terjadi di satu titik wilayah. Oleh sebab itu wali kota diminta untuk mengetahui pemetaan penyebaran Covid-19 secara detail sampai rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW).

“Jangan sampai yang kena satu RT, satu kelurahan, yang di-lockdown satu kota. Sering keliru kita di sini,” kata Jokowi dalam pembukaan Musyawarah Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia, Kamis (11/2).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait