Kematian Pasien Covid-19 Tambah 599 Orang, Terendah Sejak Awal Juli

Ameidyo Daud Nasution
27 Agustus 2021, 16:58
kematian, covid, corona
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Petugas bejalan menuju tenda tempat peristirahatan petugas pemakaman di area pemakaman korban Covid-19 usai memakamkan jenazah TPU Rorotan, Jakarta Utara, Jumat, (16/7/2021).

Lonjakan kasus positif dan kematian pasien Covid-19 di Indonesia terus mengalami tren penurunan belakangan ini. Kementerian Kesehatan melaporkan adanya 12.618 pasien baru corona pada laporan hari Jumat (27/8).

Tak hanya itu, Kemenkes juga melaporkan adanya tambahan 599 kasus kematian baru pada hari ini. Kenaikan tersebut merupakan yang terendah sejak 5 Juli atau dua hari berjalannya PPKM Darurat yakni 558 orang.

Sedangkan total kenaikan kasus positif yang dilaporkan hari ini didapatkan dari pemeriksaan terhadap 107.521 orang. Ini berarti rasio positif (positivity rate) Covid-19 hari ini mencapai 11,7%. Sedangkan rasio positif yang didapatkan lewat NAAT (PCR dan Tes Cepat Molekuler) mencapai 23,9%.

Menurut persebarannya, Jawa Timur menyumbang tambahan kasus terbanyak yakni 1.409 orang. Berikutnya adalah Jawa Barat dengan 1.349 pasien baru hari ini.

Jawa Timur juga menyumbang kematian terbanyak yakni 161 orang. Angka ini terpaut jauh dari Jawa Tengah yang berada di posisi kedua dengan 45 tambahan pasien meninggal.

Adapun jumlah pasien sembuh yang dilaporkan hari ini mencapai 19.290 orang. Jawa Barat menyumbang kenaikan angka pasien sembuh paling banyak yakni 2.562 orang.

Pemerintah juga melaporkan pada hari ini jumlah kasus aktif Covid-19 menurun jadi 236.317 orang. Sedangkan 250.514 orang dinyatakan sebagai suspek corona.

Sedangkan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyoroti turunnya angka tes terutama dalam seminggu belakangan. Pada 18 Juli, orang yang diperiksa selama sepekan mencapai 1.146.793 orang.

Sementara, jumlah pemeriksaan pada pekan ini 688.906 orang. "Sayangnya jumlah orang yang diperiksa juga mengalami penurunan," kata Wiku dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (26/8).

Wiku menambahkan, upaya mempertahankan kinerja tes masih menjadi tantangan. Terlebih, pengetesan harus dipastikan stabil pada kelompok prioritas, yaitu orang bergejala Covid-19 dan orang dengan riwayat kontak erat pasien positif.

"Ini menandakan bahwa jumlah testing di Indonesia masih diupayakan terus, diperbaiki seiring berjalannya waktu," kata dia.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait