Kasus Omicron RI Bertambah 21, Berasal dari Perjalanan Luar Negeri

Dengan tambahan maka Pemerintah telah mendeteksi total 68 varian Omicron
Ameidyo Daud Nasution
29 Desember 2021, 14:28
omicron, covid-19, corona
Pixabay
Ilustrasi varian Covid-19

Penularan Covid-19 varian Omicron di Indonesia semakin bertambah. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan ada tambahan 21 kasus baru ditemukan pada Rabu (29/12) sehingga total RI mendeteksi 68 orang yang terinfeksi varian ini.

Budi mengatakan seluruh tambahan kasus tersebut berasal dari luar negeri. Dia menjelaskan, beberapa ditemukan dari mereka yang datang dari Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab.

“Jadi tolong liburan kali ini di dalam negeri saja karena risikonya tinggi,” kata Budi dalam konferensi pers virtual di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Rabu (29/12).

 

Advertisement

Sedangkan Pemerintah telah menemukan satu kasus penularan lokal Omicron. Saat ini pasien tersebut tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso.

Pemerintah memilih perawatan di RSPI Sulianti Saroso ketimbang Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet untuk mempelajari karakter varian tersebut. Selain itu RSPI memiliki fasilitas yang relatif mumpuni.

"Karena fasilitas RSPI jauh lebih baik daripada isolasi, sambil kami pelajari pola klinis dari Omicron yang tertular transmisi lokal," ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmidzi, Selasa (28/12).

Pemerintah berjanji akan mengevaluasi pengawasan karantina pelaku perjalanan luar negeri. Hal ini menyusul ditemukannya seorang pasien positif Omicron yang lolos dari karantina. 

 "Saat ini fokus pemerintah adalah melakukan evaluasi keberlanjutan terkait pengawasan karantina sesuai Surat Edaran Satgas yang berlaku," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers daring, Selasa (28/12).

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait