Kasus Covid-19 Indonesia Bertambah 317, Terendah Sejak Awal 2022

Kasus Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan penurunan. Presiden Joko Widodo juga menyiapkan masa transisi enam bulan menuju endemi.
Ameidyo Daud Nasution
25 April 2022, 18:11
covid-19, virus corona, endemi
ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/aww.
Petugas Dinas Kesehatan mengambil sampel lendir hidung dan tenggorokan siswa yang kontak erat dengan siswa terkonfirmasi positif COVID-19 untuk dilakukan tes Swab PCR di SD Marsudirini, Solo, Jawa Tengah, Senin (7/2/2022). Foto: Antara.

Kasus Covid-19 terus menunjukkan penurunan jelang libur Lebaran. Pemerintah melaporkan pasien baru bertambah 317 pada Senin (25/4), terendah sejak 4 Januari lalu yakni 299 kasus.

Total kasus nasional hari ini diperoleh dari pemeriksaan terhadap 89.165 orang. Ini berarti rasio positif Covid-19 secara harian mencapai 0,36%.

 

Kasus tertinggi secara harian berasal dari DKI Jakarta yakni 101 orang. Di bawahnya adalah Jawa Barat dengan 54 pasien baru.

Advertisement

Sedangkan angka kematian pasien Covid-19 bertambah 33 dalam laporan hari ini. Jumlah terbanyak berasal dari Jawa Tengah yang melaporkan sembilan orang meninggal dunia.

Adapun angka kesembuhan juga bertambah 4.664 orang. Penyumbang terbanyak adalah Jawa barat dengan 3.320 orang dinyatakan negatif corona pada hari ini.

Pemerintah juga melaporkan kasus aktif Covid-19 berkurang 4.300 menjadi 13.251 hari ini. Selain itu ada pula 2.811 orang yang dinyatakan sebagai suspek virus corona.

Sedangkan Presiden Joko Widodo menyiapkan masa transisi menuju endemi Covid-19 dalam enam bulan. Hal ini lantaran kasus corona terus menunjukkan penurunan hingga saat ini.

Jokowi tidak ingin Indonesia langsung menuju tahap endemi tanpa transisi terlebih dulu. Hal ini lantaran pemerintah telah belajar dari lonjakan kasus yang dipicu varian Delta serta Omicron.

"Ada tahapannya, tidak perlu tergesa-gesa," kata Jokowi usai meninjau Sirkuit Formula E, Jakarta, Senin (25/4).

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait