Gerindra Sudah Kantongi Nama Cawapres Pendamping Prabowo, Siapa?

Gerindra akan mengukuhkan Prabowo Subianto sebagai calon presiden dalam rapat akhir bulan ini.
Image title
5 Juli 2022, 16:03
gerindra, prabowo. pemilu 2024
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) berbincang dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kedua kanan) sebelum mengikuti rapat kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/6/2022).

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) akan menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) pada akhir Bulan Juli ini. Di dalam rapat tersebut, jajaran pimpinan partai akan mengukuhkan Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden.

Ketua Harian Dewan Pengurus Pusat (DPP) Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan bahwa Prabowo merupakan bakal capres tunggal yang akan disulkan di dalam internal partai. Nama Menteri Pertahanan itu muncul berdasarkan usulan para Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gerindra.

“Dalam Rapimnas itu akan ditanyakan kepada Pak Prabowo tentang kesediaannya dicapreskan oleh Partai Gerindra,” kata Dasco di Kompleks Parlemen pada Selasa (5/7).

Adapun untuk pendamping Prabowo, pembahasannya akan dilakukan di luar forum Rapimnas. Namun, Dasco mengatakan bahwa partainya kini telah memegang nama tokoh yang akan menjadi bakal calon wakil presiden.

Advertisement

“Namanya (bakal cawapres Gerindra) sudah di kantong,” ujarnya.

Tak hanya soal capres, Rapimnas mendatang juga akan membahas perihal koalisi. Sejauh ini, Gerindra diketahui telah melakukan penjajakan dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bernama Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid menyampaikan bahwa capres dan cawapres yang akan diusung KKIR adalah Prabowo dan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

 Akan tetapi, dia mengakui bahwa belum ada bentuk pengikat resmi dari KKIR. Oleh sebab itu, dalam waktu dekat, kedua partai secara resmi akan mendeklarasikan KKIR.

“Kita sedang mencari hari yang baik untuk deklarasi resminya,” kata Jazilul pada Minggu (19/6).

 Meski diinisiasi oleh dua partai, KKIR merupakan koalisi yang terbuka bagi seluruh partai politik. Dirinya pun mengajak partai-partai politik, khususnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Demokrat untuk bergabung.

 

Reporter: Ashri Fadilla
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait