Ekspor Udang Kaltim Capai 1.385,88 Ton, Tembus Pasar 8 Negara

ANTARA FOTO/Angga Palguna/bar
Petambak menunjukan udang saat panen di tambak kawasan pesisir kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Rabu (3/6/2026).
Penulis: Reihan Cahya
28/8/2026, 06.46 WIB

Ekspor udang Kalimantan Timur (Kaltim) mencapai 1.385,88 ton sepanjang Januari hingga Juli 2026. Komoditas tersebut menghasilkan nilai ekonomi sebesar Rp274,74 miliar. 

Irma Listiawati, Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim, mengatakan capaian tersebut menunjukkan produktivitas sektor perikanan daerah terus meningkat.
 
"Pencapaian volume ekspor udang ini membuktikan bahwa produktivitas sektor perikanan kita terus meningkat secara konsisten," kata Irma seperti dikutip dari Antara, Rabu (27/8). 

Udang jenis Penaidae menjadi salah satu komoditas perikanan Kaltim yang rutin dikirim ke pasar internasional. Berdasarkan data Kinerja Pelayanan Sertifikasi Ekspor, nilai ekspor udang Kaltim mencapai Rp274,74 miliar hingga Juli 2026. 

Menurut Irma, nilai ekspor udang tersebut turut memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan dan aktivitas pesisir.

"Angka penerimaan hingga ratusan miliar rupiah ini tentu sangat berdampak positif terhadap upaya peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat nelayan dan pelaku usaha pesisir," ujarnya. 

Capaian ekspor tersebut tidak lepas dari pemenuhan standar mutu produk perikanan. Irma menyebut pembudidaya lokal terus menjaga kualitas bahan baku agar dapat memenuhi persyaratan pasar internasional. 

Data ekspor tersebut dihimpun Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Balikpapan melalui pencatatan layanan sertifikasi ekspor. 

"Kualitas udang perairan daerah kita yang terjamin mutunya membuat komoditas ini senantiasa tetap menjadi primadona utama di kancah persaingan pasar global," kata Irma. 

Ekspor ke Jepang hingga Amerika Serikat

Pasar ekspor udang Kaltim tersebar di delapan negara. Negara tujuan tersebut meliputi Jepang, Tiongkok, Taiwan, Singapura, Vietnam, Malaysia, Inggris, dan Amerika Serikat (AS). 

Menurut Irma, permintaan dari pasar internasional membuat pengiriman udang Kaltim terus berlangsung sepanjang tahun. 
Pemerintah daerah juga berkomitmen mempertahankan kualitas produk melalui layanan sertifikasi mutu. Upaya tersebut dilakukan bersama instansi terkait untuk memastikan produk perikanan Kaltim dapat memenuhi standar pasar global. 

Irma mengatakan penguatan sektor perikanan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung program ekonomi biru nasional dan meningkatkan daya saing komoditas kelautan daerah.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Antara