Bahlil Sebut Kesepakatan Ekspor Listrik ke Singapura Temui Titik Terang
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan saat ini sudah ada sinyal atau titik terang menuju kesepakatan rencana ekspor listrik Indonesia ke Singapura.
“Dalam waktu dekat, mulai ada tanda cahaya untuk kesepakatan (ekspor listrik),” kata Bahlil dalam konferensi pers, Senin (26/5).
Dia mengatakan rencana ekspor listrik sangat memungkinkan terlaksana antara Indonesia dengan Singapura. Menurutnya, hal ini merupakan salah satu wujud Indonesia menjaga pergaulan internasional dan hubungan baik dengan negara tetangga.
“Sudah sepantasnya dan sewajarnya kita saling bantu, kita bantu dia dan dia bantu kita. Bukan hanya kita saja yang membantu,” ujarnya.
Meskipun sudah ada titik terang, Bahlil mengatakan, rencana ekspor listrik ini masih dalam tahap negosiasi timnya dengan Singapura. Negosiasi ini berkaitan dengan apa saja manfaat yang akan diterima Indonesia jika rencana ekspor listrik dilakukan.
Menurutnya, rencana ekspor ini merupakan urusan negara yang harus dituangkan dalam perjanjian. Jika nantinya kedua belah pihak sudah sepakat, maka Indonesia akan memberi ekspor listrik tersebut.
“Kita tidak boleh egois, tapi juga jangan bodoh. Masa mau mentah-mentah memberi sumber daya yang kita punya, sementara ketika kita butuh kemampuan yang mereka punya tidak diberi. Tidak bisa begitu, dunia sudah berubah dan Presiden selalu mengedepankan kedaulatan negara di atas segala-galanya,” ujarnya.
Ekspor Listrik
Indonesia segera mengekspor listrik yang bersumber dari energi baru terbarukan (EBT) sebesar 3,4 gigawatt (GW) ke Singapura. Pemerintah Indonesia telah menandatangan kesepakatan di sela Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024 yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (5/9/24).
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, percaya kerja sama ini akan dijalankan sesuai dengan prosedur pemerintah dan bisnis sebagaimana mestinya. Dia juga berharap dengan kerja sama ini Indonesia Singapura dapat terus mendorong investasi serta kolaborasi kedua negara.
“Singapura dan Indonesia dapat memainkan peran yang sangat penting dalam hal ini sehingga tidak hanya menghasilkan uang, tetapi kita berkontribusi, memulai perubahan iklim,” kata dia saat acara penandatanganan.
Menurut Luhut, ekspor listrik bersih ke Singapura juga menjadi bukti komitmen negara ini kepada dunia internasional bahwa Indonesia dapat ambil peran dalam mewujudkan net zero emission.
Luhut mengatakan kesepakatan ini memiliki nilai investasi sebesar US$ 20 miliar atau setara Rp 308 triliun (kurs Rp 15.400). "Saya kira penandatanganan ini nilai proyek ini, Pak Rachmat (Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi) bisikkan ke saya sekitar US$ 20 miliar," ujar Luhut