Kementerian ESDM Resmikan Kilang LNG Mini, Investasi Rp 247 Miliar
Kementerian ESDM atau Energi dan Sumber Daya Mineral meresmikan kilang gas alam cair (LNG) mini pada Rabu (11/2). Kilang LNG Mini ini berada di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Jawa Timur.
Proyek itu dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp 247 miliar, dan dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 20 ton LNG per hari, atau hampir 7.000 ton per tahun.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan kilang milik PT Liquid Nusantara Gas itu merupakan kilang LNG pertama di Pulau Jawa. “Ke depan, tidak tertutup kemungkinan pemanfaatan LNG melalui kilang mini ini didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia,” ujar dia dalam siaran pers, dikutip Kamis (12/2).
Kilang itu memanfaatkan pasokan gas dari Wilayah Kerja Minyak dan Gas Selat Madura yang dikelola oleh Husky-CNOOC Madura Limited (HCML). Gas ini kemudian diolah menjadi LNG agar lebih efisien untuk didistribusikan ke pembangkit listrik, kawasan industri, serta berbagai pusat pertumbuhan ekonomi lainnya.
Ia berharap kehadiran fasilitas itu dapat menjadi contoh bagi para pelaku usaha di berbagai daerah dalam mengembangkan teknologi pemanfaatan potensi gas, khususnya di wilayah-wilayah penghasil gas bumi di Indonesia.
Dari sisi industri dalam negeri, proyek ini menonjol berkat tingkat kandungan komponen lokal yang tinggi, sebanyak 86%. “Jika dibandingkan dengan standar yang kami tetapkan sekitar 30–40%, pencapaian ini jauh di atas ketentuan,” katanya.
Yuliot mengatakan penggunaan teknologi berupa cryobox di kilang ini merupakan hasil kerja sama Indonesia dengan Galileo, perusahaan teknologi dari Argentina.
Cryobox merupakan pemanfaatan teknologi Nano LNG Liquefaction, yaitu kombinasi prinsip Joule-Thomson dengan loop refrigerant (propana) tertutup. Teknologi ini memungkinkan unit mulai memproduksi LNG dalam waktu sekitar lima menit dan mencapai kapasitas penuh dalam 10 menit.
Di lahan seluas satu hektar, PT Liquid Nusantara Gas kini mengoperasikan unit-unit modular cryobox. Direktur Utama PT Liquid Nusantara Gas Wira Rahardja menyampaikan saat ini ada tiga mesin cryobox_dari Galileo Technologies.
Dia menyebut teknologi ini paling tepat digunakan dalam kilang mereka karena mudah dipindahkan, proses instalasi dan pengoperasiannya juga relatif cepat. “Di depan akan ada lima cryobox, dengan kapasitas produksi sekitar 2.500 ton LNG per bulan,” ujar Wira.