Ekspor Listrik ke Singapura Masih Terganjal Kesepakatan Harga
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan kesepakatan harga ekspor listrik Indonesia ke Singapura masih dalam tahap pembahasan. Pemerintah menginginkan penentuan harga listrik memberikan keuntungan seimbang bagi Indonesia dan Singapura.
"Nah, terkait dengan harga listrik ke Singapura, proses tahapannya berjalan, tetapi kita masih menegosiasikan harga. Regulasi kita memang menempatkan harga itu di pemerintah. Kita ingin ada win-win, saling menguntungkan. Kerja sama itu harus saling menguntungkan kedua pihak. Tinggal di titik itu saja dan saya pikir sebentar lagi akan ada titik temu," kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam siaran pers, Selasa (7/7).
Bahlil menyebut rencana ekspor listrik merupakan kelanjutan dari kerja sama sektor energi yang telah disepakati sejak tahun lalu. Kerja sama itu mencakup ekspor listrik hijau, pengembangan kawasan industri hijau, serta carbon capture and storage (CCS).
"Ketiganya merupakan satu kesatuan yang kita tandatangani sejak tahun kemarin," ujarnya.
Selain sektor energi, pertemuan Indonesia dan Singapura juga membahas berbagai agenda kerja sama bilateral, mulai dari perdagangan, investasi, konektivitas, ekonomi digital, keamanan siber, hingga pertahanan. Dari 26 kesepakatan yang ditandatangani, sebanyak 18 merupakan kerja sama antar pemerintah, sedangkan delapan lainnya merupakan kerja sama antar pelaku usaha.
Digarap Danantara
Ekspor listrik ini telah dibahas kedua negara dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (6/7).
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) bakal berkoordinasi dengan perusahaan energi asal Singapura, yakni Keppel Electric, Sembcorp Industries, dan Singapore Energy Interconnections (SEI) dalam proyek perdagangan listrik lintas batas tersebut.
Komitmen itu nantinya akan mengatur ketentuan teknis mengenai mekanisme penjualan listrik Indonesia ke Singapura ke depannya. Prabowo berharap kerja sama perdagangan listrik ini sebagai bagian dari penguatan kemitraan ekonomi Indonesia dan Singapura.
“Indonesia telah menunjuk Danantara untuk implementasi kerja sama perdagangan listrik lintas batas,” kata Prabowo saat menyampaikan keterangan pers bersama Lawrence Wong.
Kesepakatan itu juga disebut sebagai instrumen untuk memperkuat kerja sama transisi energi kedua negara sekaligus mendukung integrasi sistem kelistrikan di kawasan Asia Tenggara.
PM Singapura Lawrence Wong menyampaikan kesepakatan yang tertuang dalam nota kesepahaman itu akan menjadi bagi proses negosiasi dan pembahasan teknis untuk proyek interkoneksi listrik lintas batas antara Indonesia dan Singapura.
Menurut Wong, proyek tersebut akan memberikan manfaat bagi kedua negara melalui penguatan kerja sama energi sekaligus membuka peluang pengembangan perdagangan listrik bersih di kawasan. Ia juga menilai proyek interkoneksi tersebut menjadi fondasi bagi pembentukan ASEAN Power Grid atau jaringan listrik regional ASEAN.
“Kesepakatan ini akan menjadi peta jalan yang jelas bagi proses negosiasi dan pembahasan antarpihak, sekaligus membuka jalan bagi proyek interkoneksi listrik lintas batas negara,” ujar Wong.