Indonesia Belum Teken ASEAN Power Grid, Bahlil Sebut Masih Negosiasi Harga

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/kye
Menteri ESDM sekaligus Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers seusai sidang paripurna DEN yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Penulis: Mela Syaharani
22/9/2026, 14.18 WIB

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Indonesia hingga saat ini belum menandatangani kesepakatan ASEAN Power Grid. Hal ini disebabkan Indonesia dan negara-negara ASEAN belum mencapai kesepakatan soal harga listrik yang akan dialirkan melalui jaringan tersebut.

ASEAN Power Grid merupakan proyek skala regional yang bertujuan untuk menghubungkan jaringan listrik seluruh negara anggota.

Bahlil mengatakan baru-baru ini ia telah berbicara dengan Menteri Energi Malaysia terkait Power Grid tersebut. Proyek ini merupakan salah satu komitmen negara-negara ASEAN dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Filipina, Mei lalu.

“Katanya tinggal Indonesia yang belum tanda tangan, itu betul memang saya belum tanda tangan karena hitungan saya (harganya) belum win-win,” kata Bahlil dalam Electricity Connect 2026 di ICE BSD, Tangerang, Selasa (22/9).

Dia menyampaikan win-win yang dimaksud adalah kesepakatan yang memberikan keuntungan bagi seluruh pihak secara adil. Bahlil baru akan menandatangani proyek tersebut jika menguntungkan bagi Indonesia.

Meski demikian, Bahlil mengatakan setiap negara memang harus melakukan kolaborasi, baik itu dilakukan di kawasan terdekat ataupun dengan negara dunia lainnya.

Komunikasi Bilateral dengan Malaysia soal Power Grid

Selepas pulang dari perhelatan tingkat ASEAN tersebut, Bahlil menyatakan ia telah menjelaskan kerja sama proyek power grid.

“Kami melakukan kerja sama juga dengan Malaysia untuk PLTA power grid. Tapi saya pikir tidak hanya sampai ke sana, kemarin kita juga bahas tentang kerja sama pangan yang menjadi salah satu persoalan penting di kawasan di Asia Tenggara,” kata Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Senin (11/5).

Dari pertemuan negara-negara kawasan Asia Tenggara juga melahirkan komunikasi bilateral dengan beberapa delegasi menyangkut dengan power grid. Saat ini Indonesia sudah memiliki jaringan listrik yang terhubung dengan Malaysia. Di masa depan, jaringan ini akan diperluas ke negara lain. 

“Sebentar lagi akan masuk Filipina, dan memang Singapura juga meminta. Ini sebenarnya ide yang bagus, selama saling menguntungkan. Seperti kita melakukan kerja sama Indonesia untuk impor listrik Malaysia dari PLTA melalui Kalimantan,” katanya. 

Dia menyebut untuk rencana ekspor akan dilakukan jika harga yang disepakati bagus dan menguntungkan. “Selama itu belum win-win, maka saya pikir penting untuk melakukan kajian yang lebih mendalam,” kata Bahlil.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani