Bahlil Minta Mendag Pangkas Prosedur Ekspor: Jangan Berbelit-belit

ANTARA FOTO/Bayu Pratama S./kye
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Menteri ESDM melaporkan hasil pertemuan dengan utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri ESDM Rusia kepada Presiden Prabowo Subianto, antara lain mengenai Indonesia akan mendapat pasokan minyak mentah Rusia serta kerja sama pembangunan infrastruktur strategis untuk meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional.
14/10/2026, 16.25 WIB

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia meminta agar Kementerian Perdagangan bisa memangkas prosedur ekspor yang berbelit-belit. Hal ini diungkapkan bahlil saat mewakili Presiden Prabowo Subianto yang berhalangan hadir dalam acara  pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (14/10).

Dia menyebut hasil perjanjian perdagangan bebas yang sudah berlaku harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para eksportir Indonesia. Hal ini harus didukung dengan kemudahan prosedur ekspor. 

“(Maka) prosedur ekspor jangan berbelit-belit. Persetujuan teknis yang menghambat harus segera disimplifikasi untuk kemajuan ekspor,” kata Bahlil di depan Menteri Perdagangan Budi Santoso.

Dia mengatakan Indonesia telah membuka kerjasama dengan negara lain dalam mengembangkan peningkatan investasi, transisi energi, serta pengembangan teknologi digital sebagai pondasi ekonomi masa depan Indonesia. 

Pejabat yang juga merangkap sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini mengatakan setiap perjanjian perdagangan internasional harus konkret dan langsung berdampak pada rakyat. 

“Jangan hanya teken-teken MOU, tapi harus bisa direalisasikan MOU tersebut,” ujarnya.

Tak hanya penyederhanaan prosedur, dia juga meminta adanya akses pembiayaan ekspor asuransi yang terjangkau. Hal ini dilakukan bersamaan dengan promosi intensif ke negara-negara tersebut. 

Selain itu, dia menyebut acara TEI merupakan bentuk kesiapan Indonesia dalam rantai pasok global. Tahun ini Kementerian Perdagangan menargetkan total nilai transaksi TEI mencapai US$ 17,5 miliar tahun ini. 

Nilai targetnya naik dibandingkan tahun lalu yang ditargetkan US$ 16 miliar dan realisasi mencapai US$ 22,8 miliar.

“Saya meminta agar target ini bisa melampaui target di 2026,” ucapnya.

Bahlil mencatat, ada 16.885 calon pembeli yang terdaftar dalam perhelatan ini. Dari angka tersebut, 8.092 orang diantara merupakan pembeli luar negeri yang berasal dari 134 negara.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso sebelumnya juga menargetkan total transaksi yang terjadi dalam gelaran TEI dapat mengalami peningkatan.

“Mudah-mudahan capaiannya melebihi target yang telah kami tetapkan,” kata Budi dalam peluncuran Trade Expo Indonesia ke-41 2026 di kantornya, Kamis (26/2). 

Menurut Budi, acara ini merupakan kesempatan bagus bagi Indonesia untuk meningkatkan kinerja ekspor. Terlebih dengan catatan kinerja ekspor tahun lalu yang naik 6,15%.

“Di situasi perdagangan global saat ini ekspor kita tumbuh positif, surplus (perdagangan) juga naik 31%,” ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani