Gandeng TNI dan Polri, Bulog Gelar Operasi Pangan Murah
Perum Bulog mulai melakukan pendistribusian pasokan bahan pokok untuk stabilisasi harga pangan menjelang Lebaran. Sebanyak 20 truk bahan pokok akan disebar di 17 titik markas Polisi Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang mencakup wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).
Direktur Utama Bulog Budi Waseso (Buwas) menjelaskan kegiatan penyebaran dilakukan sejak 4 Juni 2018. “Rencananya ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga pangan akan dilakukan hingga 8 Juni 2018, dan dapat diperpanjang bila diperlukan,” katanya di Jakarta, Rabu (6/6).
Komoditas pangan yang akan disediakan Bulog akan dijual dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) dan harga acuan. Penyebaran akan dilakukan pada 10 kantor polisi dan 7 markas TNI. Setelah melalui lokasi tersebut, penyebaran komoditas Bulog nantinya baru akan disebar ke beberapa titik lokasi di Jabodetabek yang antara lain menyasar kelurahan, pasar, rumah susun, dan ruang publik lainnya.
(Baca : Antisipasi Mafia Beras, Bulog Atur Strategi Distribusi dan Penyerapan)
Menurut catatan Bulog, beberapa komoditas pangan murah yang akan disalurkan itu antara lain berupa Beras Kita Premium 5 kilogram Rp 59.000, Beras Kita Medium 5 kilogram Rp 43.000, Gula Manis Kita Rp 11.500 per kilogram, Minyak Goreng Kita 1 liter Rp 12.000, Terigu Kita 1 kilogram Rp 7.400, daging sapi Rp 80.000 per kilogram, daging kerbau Rp 70.000 per kilogram, dan daging ayam Rp 31.000 per ekor.
Budi menyebut, pihaknya bersama TNI dan Polri akan terus mengawal kegiatan distribusi bahan pokok dan mengamankan harga agar tetap stabil, khususnya dalam menghadapi Lebaran yang akan jatuh pada pekan depan.
“Kami akan terus sebarkan sesuai dengan permintaan masyarakat,” ujarnya.
Bulog juga mencatat, pengadaan beras Bulog saat ini jumlahnya mencapai 1,52 juta ton . Realisasi pengadaan bantuan sosial hingga 5 Juni 2018 telah mencapai 671 ribu ton atau 90,52% dari target penugasan Juni 2018. Selain itu, jumlah penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dilakukan Bulog mencapai 306 ribu ton.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayati mengungkapkan masyarakat luas saat ini sudah bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau melalui operasi yang gelar Bulog. Kegiatan itu juga bertujuan untuk mengurangi tekanan harga di pasar.
(Baca : Diangkat Jadi Dirut, Budi Waseso Akan Mulai dengan Bersihkan Bulog)
Kementerian Perdagangan pun terus melakukan pemantauan harga dan pasokan di 34 provinsi dan berfokus pada wilayah yang rentan terjadi gejolak, terlebih ketika jelang Lebaran. Sehingga, Tjahya memastikan kualitas barang yang disalurkan Bulog itu baik serta harganya terjangkau.
“Suplai aman dan terkendali sehingga tidak ada alasan di pasar untuk kenaikan harga komoditas,” katanya.