Pemudik Lebaran 2025 Turun, Menhub Bantah Daya Beli Masyarakat Jadi Penyebabnya

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/rwa.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kiri) menggendong anak seorang pemudik saat meninjau arus mudik Lebaran 2025 di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (27/3/2025).
Penulis: Mela Syaharani
23/4/2025, 18.45 WIB

Kementerian Perhubungan mengatakan realisasi pergerakan masyarakat periode angkutan Lebaran 2025 mencapai 154,62 juta orang. Angka ini menurun 4,69% dibandingkan realisasi 2024 yang mencapai 162,2 juta orang.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan penurunan ini tidak bisa dikaitkan langsung karena penurunan daya beli masyarakat.

“Penurunan tersebut rasanya tidak bisa digenelisir karena penurunan daya beli masyarakat, karena turunnya kurang dari 5%,” kata Dudy dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Rabu (23/4).

Realisasi pergerakan pemudik lebaran 2025 ini jumlahnya jauh lebih besar 5,56% dibandingkan prediksi Kemenhub. Berdasarkan hasil survei Libur Lebaran 2025, pergerakan masyarakat hanya mencapai 146,48 juta orang.

Dudy menyebut penurunan ini disebabkan oleh pilihan masyarakat. “Mungkin barangkali pemudik atau masyarakat mempunyai pilihan untuk tidak melakukan mudik pada tahun ini. Jadi ini akan kami kaji lagi, dari jumlah 4,6 persen penurunan dibandingkan 2024 alasannya seperti apa,” kata Dudy

Dari jumlah pergerakan 154 juta penduduk tersebut, daerah asal pelaku perjalanan didominasi dari provinsi-provinsi di Pulau Jawa dengan total sebesar 60,73% atau sebanyak 93,9 juta orang terutama dari Jabodetabek, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Sementara itu untuk daerah tujuan perjalanan didominasi dari provinsi di Pulau Jawa dengan total sebesar 65,79% atau sebesar 101,72 juta orang utamanya di Jabodetabek, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.  

Dudy mengatakan realisasi penumpang angkutan umum pada masa angkutan lebaran 2025 sebanyak 27,62 juta penumpang, meningkat 11,68% dibandingkan 2024 yang hanya mencapai 24,73 juta penumpang. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani