Biaya Transportasi Bekasi Termahal di Indonesia, Rata-rata Rp 1,9 Juta per Bulan

ANTARA FOTO/Ferlian Septa Wahyusa/Spt.
Penumpang menaiki bus Transjabodetabek tujuan Bekasi di Jakarta, Kamis (15/5/2025). Jalur yang menghubungkan Bekasi dan Cawang tersebut sebagai upaya Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Bekasi dalam mengurangi kemacetan yang terjadi pada jam sibuk di Kota Jakarta.
31/7/2025, 18.38 WIB

Kementerian Perhubungan memaparkan biaya transportasi berkontribusi sebesar 12,46% dari biaya hidup bulanan. Adapun biaya transportasi terbesar ditemukan di Kota Bekasi atau senilai Rp 1,91 juta per bulan.

Capaian Kota Bekasi diikuti oleh Depok senilai Rp 1,8 juta per bulan, Surabaya senilai Rp 1,62 juta per bulan, dan Jakarta senilai Rp 1,59 juta per bulan. Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda, Risal Wasal mengatakan kondisi tersebut disebabkan oleh tingginya biaya transportasi dari dan menuju transportasi umum.

"Pengguna transportasi umum dari stasiun atau terminal harus naik ojek ke kantor. Kalau dia bawa mobil ke stasiun harus bayar parkir dan tarifnya mahal. Biaya dari dan menuju transportasi umum itu yang harus kami perbaiki," kata Risal di kantornya, Kamis (31/7).

Karena itu, Risal berencana mendefinisikan ulang moda transportasi utama dan penunjang saat ini. Dengan demikian, pemerintah dapat menentukan bagian perjalanan apa yang harus diintervensi pemerintah dalam menekan biaya perjalanan tersebut.

Walau demikian, Risal menemukan masyarakat di kawasan Jabodetabek telah memanfaatkan integrasi layanan transportasi umum di Jakarta. Hal tersebut ditunjukkan dari peningkatan penumpang kereta commuter hingga 20% setelah pengoperasian LRT Jabodebek.

Karena itu, Risal mencatat total pengguna transportasi umum di Jakarta telah mencapai 2,5 juta orang per hari. Angka tersebut ditargetkan naik menjadi sekitar 4,5 juta orang per hari pada tahun depan.

Selain mengurangi kemacetan, Risal mengatakan integrasi transportasi umum akan mengurangi subsidi pemerintah. Contohnya, integrasi dengan LRT Jabodebek akan mengurangi subsidi LRT Jakarta yang kini hanya 5 kilometer sebesar Rp 210.000 per orang.

Penambahan Transportasi Umum Penunjang

Risal mencatat masih ada hampir 50.000 penduduk di Cibubur dan Tangerang Selatan yang dapat bergeser menggunakan transportasi umum. Strategi yang digunakan adalah membangun kereta gantung yang menghubungkan MRT Jakarta dan LRT Jabodebek ke kawasan perumahan di masing-masing daerah.

Kereta gantung tersebut akan menghubungkan Stasiun LRT Harjamukti dengan Kawasan Mekarsari. Sementara itu, proyek yang sama akan menghubungkan Stasiun MRT Lebak Bulus dan Kawasan Serpong.

Risal menyampaikan telah ada empat investor yang tertarik pada proyek tersebut dan sedang menyusun studi kelayakan. Menurutnya, pemerintah akan memilih studi kelayakan terbaik dalam memilih mitra pembangunan.

Untuk kawasan Serpong, Risal mengatakan telah ada pihak swasta yang memulai studi kelayakan perpanjangan MRT Jakarta ke arah Tangerang Selatan. Dengan demikian, warga BSD akan memiliki dua pilihan transportasi umum penunjang ke Jakarta.

"Proyek mana yang akan lebih dulu beroperasi, kita lihat saja nanti. Kalau dana pembangunan, posisi kami sedang mengusahakan dari pihak swasta," ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief