Pemerintah Berencana Potong Bea Balik Nama Demi Dongkrak Penjualan Mobil

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/nym.
Petugas melakukan pengecekan fisik kendaraan roda empat di Gedung Pelayanan BPKB, Bandung, Jawa Barat, Senin (6/11/2023).
Penulis: Andi M. Arief
25/9/2025, 19.20 WIB

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendorong pemerintah daerah untuk memangkas Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor atau BBNKB mobil konvensionall sebesar 50%. Langkah tersebut dinilai dapat menggenjot penjualan mobil di dalam negeri.

Saat ini kontribusi BBNKB mencapai 10% dari harga mobil yang mengaspal. Adapun, total seluruh pajak pada kendaraan bermotor mencapai 40% pada harga mobil sebelum menginjak aspal.

"Pemangkasan BBNKB bisa menurunkan harga mobil tingkat konsumen di tengah tren pelemahan daya beli. jurus baru pemerintah untuk menekan harga jual mobil di dalam negeri," kata Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian, Atong Soekirman dalam Bisnis Indonesia Forum, Kamis (25/9).

Atong menilai pemangkasan BBNKB merupakan langkah tercepat dalam menekan harga jual mobil. Ia menyebut penyusutan pajak dalam penjualan mobil seperti Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah membutuhkan waktu lama lantaran perlu merevisi undang-undang.

Atong menjelaskan penurunan BBNKB dapat dilakukan melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri. Menurutnya, hal tersebut dimungkinkan lantaran pemerintah telah membebaskan BBNKB dalam pembelian kendaraan listrik atau EV melalui Permendagri No. 6 Tahun 2023.

Lebih jauh Atong mengatakan pemangkasan BBNKB penting lantaran kontribusi penjualan mobil konvensional ke pasar domestik masih mencapai 89,6% sejauh ini. "Industri otomotif penting untuk bergerak agar pertumbuhan ekonomi tahun ini mencapai 5%," ujarnya.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo mendata penjualan mobil hingga Agustus 2025 susut 10,7% secara tahunan menjadi 522.162 unit. Pabrikan mobil harus menjual 277.838 unit pada September-Desember 2025 atau hampir 70.000 unit per bulan untuk mencapai target 850.000 unit tahun ini. 

“Kita masih belum merevisi proyeksi 2025 ini,” kata Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo kepada KatadataOTO, Selasa (09/09).

Sebelumnya dia tidak menampik bahwa revisi target mungkin saja dilakukan namun dengan melihat kondisi terkini. Adapun target awal penjualan mobil yang ditetapkan oleh Gaikindo adalah 850 ribu unit dengan potensi koreksi ke 750 ribu unit atau naik sampai 900 ribu unit.




Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief