Respons Kabar Lepas Aset di RI dan Malaysia, Ini Penjelasan Lotte Chemical
Lotte Chemical tengah mempertimbangkan sejumlah langkah strategis terhadap bisnis petrokimianya di Indonesia dan Malaysia. Namun, perusahaan menegaskan belum mengambil keputusan terkait rencana penjualan aset.
Klarifikasi itu disampaikan Lotte Chemical Titan Holding Berhad melalui keterbukaan informasi tertanggal 19 Agustus 2026. Pernyataan itu merespons pemberitaan mengenai rencana Lotte Chemical Corporation (LCC) melepas kepemilikannya di sejumlah aset petrokimia di luar negeri, termasuk Malaysia dan Indonesia.
“Setelah melakukan penelusuran, kami memahami bahwa LCC sedang mempertimbangkan berbagai langkah strategis terkait perusahaan, tanpa membuat keputusan apa pun sejauh ini,” tulis perusahaan dalam keterbukaan informasinya, dikutip Kamis (27/8).
Sebelumnya, Korea Economic Daily pada 17 Agustus 2026 melaporkan Lotte Chemical telah menyampaikan kepada kreditur dan Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan mengenai rencana penjualan sejumlah aset kimia dasar di luar negeri.
Aset yang disebut masuk dalam kajian tersebut antara lain fasilitas di Malaysia, Indonesia, dan Amerika Serikat. Proses penjualan aset di Malaysia dan Indonesia disebut kembali dilanjutkan setelah sebelumnya tertunda akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Langkah itu menjadi bagian dari upaya Lotte Chemical memperbaiki kondisi keuangannya setelah mengalami tekanan akibat kerugian dan tingginya utang.
Salah satu aset yang menjadi perhatian adalah Lotte Chemical Titan di Malaysia. Lotte Chemical mengakuisisi perusahaan tersebut pada 2010 dengan nilai sekitar 1,5 triliun won dan kini memiliki sekitar 74,7% saham.
Kinerja Titan disebut masih menghadapi tekanan. Perusahaan telah mencatat kerugian selama 17 kuartal berturut-turut dan membukukan kerugian penurunan nilai aset sekitar 1 triliun won pada kuartal IV 2025.
Tekanan itu terutama berasal dari menyempitnya margin produk petrokimia dasar. Pasokan produk petrokimia yang meningkat di Asia Tenggara turut menekan profitabilitas produsen.
Aset Indonesia Ikut Jadi Perhatian
Selain Malaysia, aset Lotte Chemical di Indonesia juga disebut masuk dalam opsi strategis perusahaan. Lotte Chemical Indonesia (LCI) merupakan bagian dari kompleks petrokimia terintegrasi milik Lotte Chemical di Cilegon, Banten. Proyek tersebut menelan investasi sekitar 5,7 triliun won.
Kompleks petrokimia itu mulai berproduksi pada Mei 2025. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi etilena sekitar 1 juta ton per tahun dan propilena 520.000 ton per tahun, serta kapasitas polipropilena sekitar 250.000 ton per tahun.
Namun, proyek itu masih menghadapi tekanan keuangan sejak mulai beroperasi. Pada Juni 2026, LCI juga mendapatkan pinjaman sekitar US$ 790 juta dari perusahaan induknya.
Dalam laporan sebelumnya, Lotte Chemical disebut tengah membahas kemungkinan masuknya Danantara sebagai investor minoritas di LCI. Danantara disebut berpotensi mengambil sekitar 25%-30% saham LCI dengan nilai transaksi sekitar US$1,7 miliar. Meski demikian, pembicaraan tersebut belum menghasilkan kesepakatan yang mengikat.
Saat ini, LCI dimiliki oleh Lotte Chemical Titan sekitar 51%, Lotte Chemical 24%, dan konsorsium Korea 25%.