KAI Integrasikan INKA Mulai 2027, Bisnis MRO Jadi Andalan Baru

ANTARA FOTO/Fauzan/sg
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyampaikan keterangan terkait angkutan Natal dan Tahun Baru 2026 saat konferensi Pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (25/11/2025). PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan kesiapan penuh menghadapi Masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang berlangsung 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 dengan menyediakan kapasitas angkut sebesar 49.635.448 tempat duduk atau meningkat 8,9 persen dibanding tahun sebelumnya serta diskon 30 persen untuk perjalanan kelas
24/9/2026, 12.10 WIB

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin mengatakan konsolidasi dan integrasi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA ditargetkan efektif mulai 1 Januari 2027 setelah proses uji tuntas terhadap perusahaan tersebut selesai.

"Rencana konsolidasi integrasinya itu pada 1 Januari," kata Bobby dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (23/9).

Bobby menjelaskan proses inbreng INKA dilakukan pada September 2026 dengan skema inbreng bersyarat, sedangkan konsolidasi dan integrasi dilaksanakan mulai awal 2027.

"Jadi inbrengnya bulan ini, tapi inbrengnya inbreng bersyarat. Jadi rencana nanti konsolidasi integrasinya itu di 1 Januari," ujarnya.

Menurut Bobby, KAI telah menyelesaikan uji tuntas (due diligence) terhadap seluruh aspek yang ada di INKA sebagai bagian dari proses integrasi.

"Kami sekarang ini sudah melakukan due diligence terhadap semua aspek yang ada di INKA," katanya.

Setelah integrasi, INKA akan memiliki peran yang lebih luas karena kegiatan perawatan sarana perkeretaapian KAI, termasuk Balai Yasa, akan diintegrasikan dengan perusahaan manufaktur kereta api tersebut. Dengan skema itu, kegiatan INKA tidak hanya mencakup manufaktur, tetapi juga perawatan dan rekayasa sarana perkeretaapian.

"INKA ini nanti jadi besar. Jadi mereka melakukan manufakturing, mereka melakukan perawatan, mereka melakukan rekayasa juga," ujar Bobby.

KAI menargetkan INKA pada 2029 berkembang menjadi perusahaan manufaktur kereta api yang lebih sehat secara finansial sekaligus memiliki bisnis pemeliharaan, perbaikan, dan pemeriksaan menyeluruh (maintenance, repair, and overhaul/MRO) yang kuat dan berkelanjutan.

Dalam menyusun rencana integrasi tersebut, KAI juga melakukan studi perbandingan (benchmarking) terhadap sejumlah model integrasi operator dan manufaktur kereta api di berbagai negara, antara lain Rusia dan Jepang.

Dalam paparan KAI sebelumnya, perusahaan menyebut model integrasi di Rusia melibatkan operator kereta nasional Russian Railways dan produsen sarana perkeretaapian Transmashholding.

Sementara di Jepang, East Japan Railway Company (JR East) mengakuisisi bisnis manufaktur sarana perkeretaapian Tokyu Car Corporation pada 2012 dan menjadikannya anak perusahaan bernama Japan Transport Engineering Company (J-TREC).

KAI menilai model integrasi operator dan manufaktur tersebut dapat menjadi rujukan untuk meningkatkan efisiensi pengadaan, memberikan kepastian perencanaan jangka panjang, serta menyelaraskan riset dan pengembangan dengan kebutuhan operator.

"Dari kondisi Rusia dan Jepang sendiri, kita yakin bahwa integrasi KAI dan INKA itu akan bisa memberikan manfaat positif bagi kedua belah pihak," kata Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi KAI I Gede Darmayusa dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI pada Juni 2026.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.