Israel Serang Houthi di Yaman, Enam Orang Tewas
Israel menyerang beberapa target terkait dengan gerakan Houthi di Yaman pada Kamis (26/12). Serangan tersebut menargetkan beberapa titik, termasuk pembangkit listrik hingga bandara internasional di ibu kota Yaman, Sana'a.
Media Houthi mengatakan sedikitnya enam orang tewas akibat serangan tersebut. Sedangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengutuk eskalasi antara Houthi dengan Israel yang makin meningkat.
"Mengancam warga sipil, stabilitas regional, dan kebebasan navigasi maritim," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dikutip dari The Guardian, Jumat (27/12).
Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus menjadi salah satu saksi serangan tersebut. Tedros saat itu hendak menaiki pesawat di bandara Sanaa saat bandara tersebut diserang.
Tedros berada di Yaman untuk merundingkan pembebasan staf PBB yang ditahan oleh Houthi. Ia mengatakan seorang awak pesawat terluka dan dua orang dilaporkan tewas di bandara.
"Kami harus menunggu kerusakan di bandara diperbaiki sebelum kami dapat berangkat," kata Tedros.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan pada Kamis sore bahwa angkatan udara Israel menyerang target-target Houthi di garis pantai Yaman dan di Sana'a.
"Kami akan terus melakukannya hingga kami menyelesaikan tugas," kata Netanyahu.
Militer Israel mengatakan bahwa selain menyerang bandara, mereka juga menyerang infrastruktur militer di pelabuhan Hodeidah, Salif, dan Ras Kanatib di pantai barat Yaman. Mereka juga menyerang pembangkit listrik Hezyaz dan Ras Kanatib di negara itu.
Pihak Houthi mengatakan mereka siap untuk menanggapi serangan itu dengan cepat dan menghadapi. Menteri Transportasi Houthi mengatakan bahwa bandara dan pelabuhan Hodeidah akan kembali beroperasi seperti biasa mulai hari Jumat.
Houthi telah berulang kali menembakkan pesawat nirawak dan rudal ke Israel sebagai tindakan solidaritas dengan warga Palestina di Gaza