Israel Cegah Kapal Madleen Kirim Bantuan ke Gaza, Greta Thunberg dkk Diculik
Pasukan Israel mencegat kapal Madleen yang membawa bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, Palestina, pada Minggu (9/6). Sebanyak 12 orang ikut serta dalam pelayaran tersebut, termasuk 11 aktivis dan seorang jurnalis, di antaranya aktivis iklim Swedia Greta Thunberg,.
"SOS! Para relawan di kapal 'Madleen' telah diculik pasukan Israel," menurut organisasi internasional yang menyelenggarakan misi bantuan tersebut melalui Telegram.
Dalam sebuah unggahan video, Greta juga mengabarkan penculikan awak kapal Madleen. "Jika kalian melihat video ini, kami telah dicegat dan diculik di perairan internasional oleh tentara pendudukan Israel atau pasukan Israel."
Greta juga menyerukan tekanan khususnya kepada pemerintah Swedia untuk segera mengambil tindakan atas pencegatan tersebut.
Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa Francesca Albanese yang berkomunikasi dengan nakhoda kapal Madleen mengatakan saat kapal dicegat Israel, tidak ada relawan yang terluka.
"Sang nakhoda meminta saya merekam," kata Albanese yang mengaku mendengar ucapan tentara Zionis di tengah panggilan dengan nakhoda sebelum sambungan komunikasi terputus.
"Koneksi saya dengan nakhoda terputus saat ia memberitahu saya bahwa ada kapal lain yang mendekat," ucap Pelapor Khusus PBB itu.
Tentara laut militer Zionis Israel menaiki kapal Madleen yang masih berada di perairan internasional, menurut Koalisi Freedom Flotilla yang memastikan komunikasi dengan kapal bantuan tersebut telah terputus.
Siaran langsung di kapal tersebut memperlihatkan Madleen dikepung kapal-kapal Israel. Tentara Zionis yang menaiki Madleen juga memerintahkan para aktivis mengangkat tangan.
Otoritas luar negeri Israel menyatakan bahwa angkatan lautnya memerintahkan Madleen mengalihkan jalur dengan dalih bahwa kapal tersebut mendekati apa yang mereka sebut "kawasan terlarang".
Demi menerobos blokade terhadap Jalur Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan ke wilayah itu, Koalisi Freedom Flotilla meluncurkan misi kemanusiaan terbaru dengan kapal layar sepanjang 18 meter bernama Madleen.
Menurut organisasi tersebut, kapal Madleen membawa bantuan yang amat mendesak bagi warga Gaza, termasuk susu formula bayi, tepung, beras, popok, perangkat pemurni air, serta pasokan obat-obatan dan alat medis, kruk dan alat prostetik anak-anak.
Kapal tersebut berlayar dari Pelabuhan San Giovanni Li Cuti di Catania, Pulau Sisilia, Italia Selatan, pada 1 Juni.