Kemlu Kecam Tentara Israel Sandera WNI termasuk Wartawan

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang memberikan keterangan pers saat Press Briefing di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Penulis: Desy Setyowati
19/5/2026, 06.37 WIB

Pemerintah Indonesia mengecam keras aksi pasukan Zionis Israel yang kembali mencegat konvoi flotilla kemanusiaan ke Jalur Gaza di perairan Siprus, serta penculikan terhadap sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang menyertainya.

“Kemlu Republik Indonesia mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang dalam pernyataan resmi, dikonfirmasi di Jakarta, Senin malam (18/5).

Yvonne menyampaikan bahwa insiden pencegatan konvoi kemanusiaan oleh Zionis Israel tersebut terjadi di perairan Siprus, yang terletak di bagian timur Laut Mediterania pada Senin waktu setempat.

Dari informasi yang diperoleh, sekurangnya sepuluh kapal dalam konvoi Global Sumud Flotilla telah dicegat pasukan Zionis, antara lain “Amanda”, “Barbaros”, “Josef”, dan “Blue Toys”.

Kapal “Josef” yang dicegat diketahui membawa seorang WNI atas nama Andi Angga Prasadewa yang merupakan delegasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) - Rumah Zakat.

Sementara itu, komunikasi masih diupayakan dengan kapal yang membawa jurnalis Republika Bambang Noroyono demi memastikan status dari kapal itu, serta para penumpang di dalamnya.

“Kemlu RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan,” Yvonne menambahkan.

Ia juga menyampaikan, situasi di lapangan masih sangat dinamis dan kemungkinan perkembangan tetap perlu diantisipasi.

Yvonne memastikan bahwa Kemlu RI akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait, terutama sejumlah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di kawasan, untuk memastikan keselamatan para WNI yang terkena pencegatan Israel.

“Kemlu RI via Direktorat Pelindungan WNI telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah antisipatif demi memastikan keselamatan dan percepatan proses pemulangan mereka,” kata dia.

Indonesia juga menyerukan agar otoritas Israel agar menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan yang menjadi hak rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional, ujarnya.

Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin menyampaikan bahwa sekelompok WNI yang terdiri dari sembilan relawan, termasuk dua jurnalisnya Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, telah terkena intersepsi Israel.

Menurut informasi yang disiarkan Republika, intersepsi terhadap armada flotilla pada Senin pagi waktu Turki, di perairan Siprus sekitar 200 mil laut dari Gaza. Saat dicegat Israel, Bambang diketahui menaiki kapal “Boralize”.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Antara