PM Netanyahu Perintahkan Tentara Israel Kuasai 70% Wilayah Gaza

Katadata
PM Israel Netanyahu
Penulis: Desy Setyowati
30/5/2026, 08.36 WIB

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menginstruksikan tentara Israel untuk memperluas kendali mereka atas Jalur Gaza hingga 70%, menurut pernyataan yang disiarkan oleh media Israel.

“Saat ini, kami sepenuhnya menguasai 60% wilayah Jalur Gaza, dan arahan saya adalah untuk mencapai 70%,” kata Netanyahu dalam rekaman yang diambil oleh Channel 12 dan ditayangkan pada Kamis waktu setempat (28/5), dikutip dari Al Jazeera, Jumat (29/5).

Ketika seseorang di antara hadirin meneriakkan bahwa Israel harus mengambil alih seluruh wilayah yang terkepung, PM Netanyahu merespons dengan mengatakan, "kita akan bertindak secara bertahap," menurut The Times of Israel.

"Pertama 70%," katanya tanpa membantah bahwa pengambilalihan sepenuhnya dapat terjadi. "Kita akan mulai dari situ."

Pada pertengahan Maret, tentara Israel diam-diam mengirimkan peta kepada organisasi bantuan yang menunjukkan bahwa mereka telah memperluas kendali hingga sekitar 11% di luar apa yang disebut ‘Garis Kuning’ yang membatasi wilayah kantong yang diduduki oleh pasukan Israel.

Garis tersebut disepakati dalam gencatan senjata, yang dimediasi Amerika Serikat pada Oktober 2025. Itu berarti mereka mengendalikan 64% wilayah Palestina, bukan 53%.

Akibat pendudukan militer Israel, warga Palestina tidak dapat mengakses sekitar dua pertiga wilayah Gaza. "Ke mana kami akan pergi? Ke laut? Tidak ada ruang," kata warga Gaza Mohammed al-Shagra, 72 tahun di Khan Younis dikutip dari Reuters, Sabtu pagi (30/5).

Perebutan wilayah lebih lanjut akan memaksa dua juta warga Palestina, yang sudah hidup dalam kondisi yang mengerikan, untuk pindah ke wilayah yang lebih kecil lagi setelah menanggung dua tahun perang genosida.

Hamas mengatakan pada Jumat waktu setempat (29/5), bahwa pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu itu merupakan eskalasi yang berbahaya. Mereka menggambarkan komentar ini sebagai rencana pembersihan etnis dan pengusiran paksa warga Palestina.

"Upaya apa pun untuk memaksakan realitas pendudukan baru di Gaza adalah batal dan tidak sah," kata Kepala Kantor Media Pemerintah Gaza yang dikelola Hamas, Ismail al-Thawabta.

Padahal, Presiden AS Donald Trump membentuk Dewan Perdamaian atau Board of Peace untuk mengawasi gencatan senjata bertahap. Meskipun gencatan senjata telah tercapai tahun lalu, pemboman Israel di Gaza terus berlanjut dengan serangan hampir setiap hari. Penghitungan Al Jazeera sejak Oktober 2025 hingga April mencatat setidaknya 2.400 pelanggaran Israel.

Sebelumnya pada Kamis (28/5), otoritas kesehatan mengatakan serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 10 orang, termasuk empat anak, dan melukai 20 lainnya.

Israel dan Hamas telah berulang kali saling menuduh melanggar gencatan senjata. Serangan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 900 warga Palestina sejak dimulainya gencatan senjata, sementara serangan militan Palestina telah menewaskan empat tentara Israel.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.