KATADATA ? PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) berhasil mencatat pertumbuhan laba bersih 14,5 persen pada 2013 menjadi Rp 1,6 triliun dibandingkan pada 2012 sebesar Rp 1,4 triliun. Pencapaian kinerja ini menunjukkan BTN berhasil melampaui target analis.
?Kami bukan hanya ingin mengejar pertumbuhan bisnis yang tinggi, namun juga harus diikuti oleh perbaikan kualitas kredit,? kata Maryono, Direktur Utama BTN dalam paparan kinerja kuartal IV-2013, di Jakarta, Senin (10/2).
Pertumbuhan laba bersih tersebut didorong meningkatnya pendapatan bunga bersih sebesar 19,3 persen menjadi Rp 5,6 triliun. Sedangkan sepanjang 2013, BTN mencatat penurunan rasio kredit bermasalah bersih (Non-Performing Loan/ NPL) menjadi 3,04 persen dari sebelumnya 3,12 persen.
Maryono menambahkan, mayoritas portofolio BTN berada pada segmen perumahan dengan komposisi kredit yang disalurkan pada segmen ini sebesar 86 persen. Kredit dan pembiayaan yang disalurkan BTN selama 2013 tumbuh 23,4 persen sebesar Rp 100,5 triliun. Sementara dana pihak ketiga tumbuh 19,2 persen dari Rp 80,7 triliun pada 2012 menjadi Rp 96,2 triliun pada 2013.
Realisasi kinerja tersebut membuat BTN menjadi salah satu bank milik pemerintah yang mampu melampaui prediksi analis. Para analis memperkirakan laba bersih BTN pada 2013 sebesar Rp 1,5 triliun, tapi realisasinya mencapai Rp 1,6 triliun atau 6 persen lebih tinggi dari perkiraan.
Sebelumnya bank BUMN yang juga melampaui prediksi analis adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) yang laba bersihnya mencapai Rp 21,2 triliun atau 4 persen lebih tinggi dari prediksi.