Formappi Temukan Daftar Caleg Tak Akurat, KPU Diminta Lebih Cermat

ANTARA FOTO/Anis Efizudin/Spt.
Penyandang disabilitas intelektual menunjukkan surat suara saat simulasi pemilu serentak 2024 di Sentra Terpadu Kartini Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (16/8/2023).
Penulis: Ade Rosman
30/8/2023, 18.26 WIB

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia atau Formappi Lucius Karus mengatakan masih terdapat sejumlah data yang tidak akurat dalam Daftar Calon Legislatif Sementara atau DCS yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum. Ia menyebut masih menemukan sejumlah kesalahan data dari penelusuran DCS. 

Menurut Lucius berdasarkan penelusuran Formappi terdapat kesalahan penulisan jenis kelamin pada beberapa caleg seperti terjadi pada Partai Gelora. Dua bacaleg itu adalah Fauzi Ramadhan, Dapil Aceh II, Nomor Urut 2, dan Silas Heluka, Dapil Papua Pegunungan, Nomor Urut 3 tertulis berjenis kelamin perempuan padahal seharusnya laki-laki. 

Lucius menilai masih ditemukan adanya ketidakakuratan data menunjukkan KPU tidak bekerja maksimal. Hal itu menurut dia tidak sesuai dengan semangat KPU yang meminta partisipasi aktif masyarakat untuk terlibat memantau latar belakang caleg. 

“Jangankan masyarakat, bahkan KPU sendiri juga tak membaca, tak mencermati, tak peduli dengan akurasi data dan informasi yang mereka sampaikan ke publik melalui sistem informasi yang dikelola oleh KPU sendiri,” ujar Lucius seperti dikutip, Rabu (30/8). 

Tidak hanya karena adanya temuan ketidakakuratan data caleg, Formappi kata Lucius menjadi lebih kecewa lantaran menilai KPU tidak serius menanggapi temuan itu. Alih-alih mengakui kesalahan, KPU menurut Lucius malah menyalahkan partai atas ketidakakuratan data. 

"Menyalahkan operator parpol untuk kesalahan yang berada di ranah kerja KPU hanya menunjukkan hilangnya rasa tanggung jawab KPU atas validasi data yang ia bagikan kepada publik," kata Lucius. 

Ketua KPU Hasyim Asy’ari mengatakan perbedaan data yang ada dalam DCS sudah dikonfirmasi langsung oleh LO dari partai yang bersangkutan.  Kepada KPU, petugas pendaftaran menjelaskan telah terjadi kesalahan dalam memasukkan data. 

“Jadi mereka yang salah input. Mereka yang salah input jenis kelamin, bukan KPU. Karena kan yang menginput masing-masing partai,”ujar Hasyim. 

Menurut Hasyim saat ini KPU telah memberi kesempatan pada publik untuk memberi masukan atas daftar caleg.  Adapun pengumuman daftar caleg tetap akan disampaikan setelah 4 November 2023. 

"Sehingga kesempatan warga masyarakat, warga negara, itu dapat membaca, dapat mencermati, nama-nama calon tetap mulai sejak diumumkan," kata Hasyim

Minta KPU Lebih Profesional

Lebih jauh Lucius berharap KPU bisa lebih memberi ruang kepada publik untuk mencermati para caleg dengan menyediakan data yang lebih lengkap. Saat ini menurut dia, informasi yang dibuka oleh KPU mengenai caleg yang akan maju di Pemilu 2024 masih sangat terbatas. 

Formappi menduga terbatasnya masukan masyarakat atas daftar caleg yang ada karena informasi awal dari KPU tak menarik bagi masyarakat untuk ditindaklanjuti.  KPU juga dinilai tidak serius menerima masukan dari masyarakat. 

“Minimnya aspek personal caleg yang ditampilkan KPU menggambarkan ketertutupan, sehingga gairah memberitahu KPU jadi hilang,” ujar Lucius.  

Lucius berharap KPU lebih mengedepankan kepentingan pemilih daripada kepentingan partai politik peserta pemilu. KPU juga diminta menunjukkan integritas sebagai penyelenggara agar pemilu bisa berlangsung dengan jujur dan adil. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman