TPN Ganjar - Mahfud Optimistis Raih Suara Besar di Papua
Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Andika Perkasa optimistik Papua bisa menjadi lumbung suara bagi calon presiden dan wakil presiden Ganjar Pranowo dan Mahfud MD di pemilihan presiden 2024 mendatang. Menurut Andika Ganjar punya program yang memberi solusi konkret bagi persoalan yang dihadapi bangsa saat ini.
“Kami berkomitmen bergerak cepat dari Sabang sampai Merauke untuk memastikan terpenuhinya infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Andika kepada Katadata.co.id seperti dikutip Rabu (29/11).
Menurut Andika, respons dan antusiasme masyarakat yang dikunjungi Ganjar menjadi amunisi bagi tim pemenangan untuk terus bekerja meraih kemenangan di pilpres. Ia menyebut dukungan itu membuat keyakinan TPN makin besar.
“Saya belum berani untuk menyampaikan angka tapi harusnya mendekati 100 persen," kata Andika saat ditanya soal target suara di Pilpres 2024.
Pada hari pertama kampanye di Papua Selatan, Andika mewakili Ganjar bertemu dengan tokoh adat dari sejumlah suku yang ada di Papua Selatan. Pertemuan berlangsung di tugu nol kilometer Sabang - Merauke yang berada di perbatasan Indonesia dan Papua Nugini.
Andika mengatakan dimulainya kampanye Ganjar - Mahfud di timur dan barat Indonesia merupakan wujud komitmen membangun bangsa. Menurut Andika, dua lokasi berbeda ini sengaja dipilih sebagai bentuk perhatian serta mendengarkan aspirasi masyarakat di seluruh Indonesia.
Andika juga menangkap harapan warga Merauke, khususnya suku Sota dan Kanum, terkait dengan pelestarian kampung adat, pemberdayaan ekonomi, pendidikan hingga lapangan pekerjaan. Ia menyatakan Ganjar punya konsep hingga teknis dalam menyelesaikan berbagai persoalan tersebut.
"Masyarakat menginginkan infrastruktur dan pendidikan dan Mas Ganjar punya jawaban dari berbagai macam masalah pendidikan dan kesehatan, dan ketiga soal lapangan kerja dan UMKM," ungkap mantan Panglima TNI tersebut.
Ganjar memulai masa kampanye pilpres di Papua Selatan dengan menggelar sejumlah pertemuan. Pada hari kedua ia memulai hari dengan lari pagi di sekitar 7 kilometer di sekitar lokasi tempat menginap. Selama lari ia menyempatkan waktu bertemu dan menyapa warga untuk kembali menyerap aspirasi.