Prabowo Apresiasi Peru yang Dukung Kemerdekaan Palestina
Presiden Prabowo Subianto mengatakan Peru telah menyatakan dukungannya terhadap kemerdekaan Palestina. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Peru Dina Ercilia Boluarte Zegarra kepada Prabowo dalam kunjungan kenegaraannya ke Istana Kepresidenan Jakarta hari ini, Senin (11/8).
Prabowo melakukan pertemuan bilateral dengan Boluarte sekitar 2 jam di Istana Merdeka. Menurutnya, salah satu kegiatan pertemuan bilateral tersebut adalah mendiskusikan kondisi global.
"Kami sangat menghargai sikap Peru yang mendukung kemerdekaan Palestina. Kami akan kerja sama untuk bersama-sama mewujudkan tercapainya solusi dua negara," kata Prabowo di Istana Merdeka, Senin (11/8).
Peru telah mengakui kedaulatan Palestina pada 24 Januari 2011. Di sisi lain, Peru juga mengakui Israel sebagai sebuah negara pada 9 Februari 1949.
Prabowo juga optimistis kerja sama antara Indonesia dan Peru akan semakin produktif. Hal tersebut tercermin dari ditandatanganinya Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Peru atau IP-CEPA.
Sedangkan Boluarte menilai kunjungannya hari ini akan melanjutkan momentum diplomasi positif antara negaranya dan Indonesia. Adapun, IP-CEPA dinilai akan meneruskan momentum positif tersebut.
Boluarte mengatakan IP-CEPA menjadi salah satu perjanjian dagang dengan masa perundingan yang cepat, hanya 14 bulan. Boluarte menjelaskan salah satu pertimbangan percepatan penyelesaian IP-CEPA adalah performa perekonomian Indonesia.
"Indonesia telah menjadi mitra penting Peru di kawasan Asia Tenggara. Perdagangan bilateral kami memiliki dinamika dan potensi yang luas," katanya.