Siswa Pembuat Bom Rakitan SMAN 72 Diduga Korban Bulliying

ANTARA FOTO/Reno Esnir/sgd/foc.
Personel TNI dan Polri berjaga pasca terjadi ledakan di SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025). Polda Metro Jaya menyebutkan sebanyak 54 orang mengalami luka-luka dalam ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, pada Jumat siang.
Penulis: Ade Rosman
Editor: Yuliawati
7/11/2025, 19.36 WIB

Pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta diduga merupakan korban perundungan atau bullying di sekolah. Salah seorang siswa SMAN 72 Jakarta berinisial Z menuturkan pelaku yang kerap sendiri diduga ingin membalas dendam setelah menerima perundungan.

“Korban itu (terduga pelaku) di-bully di sekolah. Dia selalu sendiri kemana-mana. Selalu dia pakai jas putih,” kata Z ditemui di sekitar SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/11).

Dari penuturan Z, terduga pelaku yang duduk di bangku kelas XII ini diduga memiliki hasrat untuk membalas dendam. Pelaku diduga merakit bom rakitan yang disebar ke tiga titik di sekolah yakni mushola dan kantin.

“Katanya dia tuh ngerakit bomnya sendiri,” kata dia.

Z sendiri tidak mengenal terduga pelaku, ia mengetahui kabar terduga pelaku menjadi korban perundungan dari rekannya yang lain. “Katanya dia selalu dibully sampai mentalnya tidak kuat,” kata Z.

Ledakan bom rakitan terjadi di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Jumat (7/11) siang. Seorang siswa kelas X berinisial M mengatakan ledakan tersebut terjadi saat khutbah menjelang salat Jumat.

“Lagi khutbah, sebelum salat Jumat,” ujar M.

Dari kesaksiannya, tak ada suara teriakan maupun aba-aba. Mulanya, ia mengira ledakan berasal dari sound system yang meledak atau tabung gas.

“Langsung meledak aja, keras banget, membuat gak bisa langsung dengar. Kupingnya penging,” katanya.

Setelah ledakan, Jemaah salat Jumat langsung keluar, sebagian mengevakuasi korban luka-luka. Menurut keterangan M, terduga pelaku bom rakitan merupakan kelas XII. Ia mengaku tak mengenal secara pribadi karena dia sendiri kelas X.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) Lodewijk Freidrich Paulus mengatakan ledakan di SMAN 72 terjadi sebanyak dua kali, tepatnya di mushalla sekolah.

"Pada jam 12.15 WIB, di masjid atau mushalla-nya SMA 72 ini telah terjadi ledakan. Telah terjadi ledakan, dan ledakan itu ada dua kali," kata Lodewijk saat ditemui awak media di SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat.

Ledakan pertama terjadi di posisi agak belakang dekat mushola, sedangkan untuk ledakan ke dua terjadi di pintu mushola.

Lodewijk melanjutkan, hingga saat ini, pihak kepolisian masih berada di lokasi untuk mencari tahu penyebab utama terjadinya ledakan.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri mengungkapkan total korban dalam insiden ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara berjumlah 54 orang.

Para korban saat ini telah dilarikan ke RS Yarsi dan RS Islam Cempaka Putih. "Data yang awal yang baru kita terima tadi, ya, kalau kita jumlahkan, kurang lebih sekitar 54 orang," kata Asep di RS Cempaka Putih, Jumat (7/11).

Asep menuturkan para korban terdiri dari yang mengalami luka bakar hingga terkena serpihan akibat ledakan. “Sebagian luka bakar juga, ada yang kena luka serpihan, dan juga ada yang luka kecil dan ada beberapa yang luka,” katanya.

Asep menyatakan belum dapat menjelaskan lebih detail mengenai ledakan tersebut. Saat ini, kata dia, tim masih melakukan pendalaman. Tim penjinak bom dari Gegana pun telah diterjunkan di lokasi kejadian.

"Langkah-langkah yang sudah kita lakukan, yang pertama olah TKP, police line, ya. Dan juga sterilisasi oleh JIBOM, ya, dari Gegana, Brimob Polda," kata Asep.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman