Kesepakatan Prabowo - Modi: Bangun Pelabuhan, Integrasi QR, Restorasi Candi

ANTARA FOTO/Galih Pradipta/tom.
Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Perdana Menteri India Narendra Modi (kedua kiri) menyaksikan Kepala BRIN Arif Satria (kanan) dan Sekjen Kementerian Luar Negeri India Shri Vikram Misri (kiri) saat penyerahan nota kesepahaman dalam kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Pemerintah Indonesia dan India menandatangani 16 nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kerja sama di berbagai sektor strategis, meliputi ekonomi, politik, pendidikan, budaya, dan keamanan.
7/7/2026, 16.14 WIB

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi menyepakati sejumlah kerja sama dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (7/7). Penguatan kemitraan itu mencakup bidang politik, pertahanan, ekonomi, teknologi, hingga Pendidikan dan Kesehatan, serta penguatan isu kawasan. Rangkuman penjelasannya sebagai berikut:

Pertahanan dan Keamanan

Indonesia dan India sepakat meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan, keamanan, dan maritim. Kedua negara akan memperkuat kerja sama industri pertahanan, manajemen bencana, hingga mengupayakan keamanan maritim di kawasan Samudra Hindia.

Selain itu, Indonesia dan India juga berkomitmen meningkatkan kerja sama pemberantasan terorisme, penanggulangan kejahatan lintas negara, serta pengembangan kapasitas di bidang teknologi baru. Prabowo mengatakan Kedua negara akan menggelar Indonesia-India Security Dialogue ketiga.

“Seiring dengan meningkatnya tantangan isu keamanan lintas negara, kami berkomitmen untuk memperdalam kerja sama pengembangan kapasitas di bidang teknologi baru, penanggulangan kejahatan lintas negara, serta pengembangan infrastruktur digital,” kata Prabowo saat menyampaikan keterangan pers bersama Narendra Modi.

Bangun Pelabuhan

Kedua pemimpin juga sepakat untuk menyambung konektivitas maritim melalui Pembangunan pelabuhan Sabang di Aceh dan pelabuhan di Kepulauan Andaman dan Nikobar, India. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi penghubung dan memperlancar perdagangan, dan kerja sama maritim kedua negara. Prabowo berharap pengadaan Pelabuhan penghubung itu dapat mempererat hubungan antara Indonesia dan India.

“Saya menyampaikan dukungan terhadap pembangunan pelabuhan di Kepulauan Andaman dan Nikobar di India, dan juga pengembangan dan pembangunan pelabuhan Sabang di Aceh sebagai penghubung strategis antara pulau Sabang dan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India,” ujar Prabowo.

Di sisi lain, Modi berpendapat, kedua negara perlu meningkatkan kolaborasi sebagai dua negara maritim yang bertetangga di bidang ekonomi biru, pembangunan pelabuhan, serta perdagangan maritim.

Integrasi Sistem Pembayaran Digital

Prabowo dan Modi juga membahas soal sistem pembayaran lintas batas berbasis QR atau cross-border QR payment linkage. Di sisi lain, India juga akan mengintegrasikan sistem Unified Payments Interface (UPI) dengan sistem pembayaran Indonesia guna mempermudah transaksi bisnis maupun perjalanan masyarakat kedua negara. “Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperkuat ketahanan sektor keuangan,” kata Prabowo.

Kerja Sama KPU Indonesia-India

Indonesia dan India juga memperkuat kerja sama kelembagaan demokrasi melalui nota kesepahaman antara komisi pemilihan umum (KPU) kedua negara. Narendra Modi mengatakan Indonesia langkah ini merupakan Upaya untuk meningkatkan demokrasi.

"Memori yang ditangani antara Komisi Pemilihan Umum kedua negara, hari ini kita akan terus meningkatkan kerjasama antara kedua demokrasi kita, termasuk juga Komisi Pemilihan Umum," kata Modi.

Persoalan demokrasi turut disinggung Prabowo dalam pernyataan per usai pertemuan bilateral dengan Modi. Ia mengatakan Indonesia dan India sebagai dua negara demokrasi terbesar di dunia.

Ketua Umum Partai Gerindra itu meyakini penguatan kerja sama Indonesia dan India akan memberikan manfaat bagi stabilitas dan kemajuan kawasan. “Kita adalah dua demokrasi terbesar di dunia. India sekarang sudah menjadi negara dengan penduduk yang terbesar di dunia. Indonesia negara yang keempat, keempat di dunia. Jadi, kerja sama antara kita berdua pasti akan membawa kebaikan bagi kawasan," ujar Prabowo.

Ketahanan Pangan

India akan mendukung penguatan ketahanan pangan Indonesia melalui penyediaan benih gandum unggul. Selain itu, kedua negara juga akan saling berbagi praktik pengembangan pertanian berkelanjutan serta pemanfaatan agroteknologi guna meningkatkan produktivitas dan ketahanan sektor pertanian.

Pengembangan Teknologi dan AI

Kedua negara juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang kecerdasan buatan (AI), telekomunikasi, infrastruktur digital, dan pengembangan ekosistem startup. Selain itu, Indonesia dan India juga akan memperluas kolaborasi riset antariksa, alih teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor tersebut. “Kami bertekad untuk meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan, riset dan teknologi, kebudayaan, dan people-to-people contact,” ujar Prabowo.

Restorasi Candi Prambanan

Prabowo dan Modi menyepakati penguatan kerja sama budaya melalui restorasi dan konservasi Kompleks Candi Prambanan. Kedua negara juga menetapkan periode 2026–2027 sebagai Tahun Tagore-Dewantara untuk memperkuat diplomasi budaya dan pendidikan.

“Kami menyambut baik restorasi dan konservasi kompleks Candi Prambanan yang merupakan situs warisan dunia UNESCO, serta penetapan tahun 2026-2027 sebagai tahun Tagore Dewantara bagi diplomasi budaya dan pendidikan Indonesia-India,” kata Prabowo.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu