Bandara Kertajati Beroperasi sebagai Pusat MRO Pesawat Hercules Asia Tahun Ini
Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, ditargetkan mulai beroperasi sebagai pusat perawatan dan perbaikan atau maintenance, repair and overhaul (MRO) pesawat Hercules/C-130 untuk kawasan Asia pada tahun ini.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengatakan saat ini sedang terjadi proses pengalihan pengelolaan bandara dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada pemerintah pusat sebagai bagian dari persiapan operasional. “Targetnya tahun ini (beroperasi),”kata Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan pada Rabu (22/7).
Prasetyo mengatakan, pengembangan fungsi Bandara Kertajati sebagai pusat MRO Hercules merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur yang telah dibangun.
Pemerintah selama ini terus menyiapkan berbagai skenario agar bandara tersebut memiliki aktivitas yang lebih tinggi dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar. “Pasti ini sangat menguntungkan. Pemerintah memang menghendaki Kertajati yang sudah dibangun itu bisa optimal,” ujarnya.
Ia mengatakan, pemerintah sebelumnya juga menetapkan Bandara Kertajati sebagai salah satu embarkasi haji. Pemanfaatan bandara tersebut akan diperluas dengan mengembangkan fasilitas MRO pesawat Hercules/C-130.
Prasertyo mengatakan langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi di wilayah sekitarnya. Ia berharap peningkatan aktivitas bandara menciptakan efek berganda bagi masyarakat melalui tumbuhnya kegiatan usaha, investasi, dan lapangan kerja.
“Memang direncanakan fungsinya juga tidak hanya untuk pertahanan. Karena termasuk jenis bandara yang cukup luas, lokasinya strategis, cukup luas yang bisa menjalankan berbagai fungsi,” ujarnya.
Pemerintah Amerika Serikat (AS) sebelumnya mengajukan permintaan kepada Kementerian Pertahanan untuk menjadikan Bandara Kertajati di Jawa Barat sebagai pusat perawatan dan perbaikan atau maintenance, repair and overhaul (MRO) pesawat Hercules/C-130 untuk kawasan Asia.
Meski demikian, Kementerian Pertahanan mengatakan permintaan tersebut baru penjajakan awal. Kedua negara masih akan membahas rencana tersebut lebih lanjut.
“Yang disampaikan Bapak Menhan dalam rapat dengan Komisi I DPR RI pada prinsipnya adalah masih berupa penjajakan dan pembahasan awal,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait lewat pesan singkat WhatsApp pada Senin (25/5).
Menurut Rico, pengembangan pusat MRO pesawat Hercules/C-130 di Bandara Kertajati diharapkan dapat memperkuat kapasitas industri pertahanan dan aviasi nasional apabila terealisasi nantinya.
Pengembangan tersebut juga dinilai dapat meningkatkan kemampuan pemeliharaan pesawat di dalam negeri, termasuk pengembangan sumber daya manusia dan teknologi. Selain itu, pemanfaatan Bandara Kertajati sebagai pusat MRO diharapkan dapat mengoptimalkan infrastruktur strategis nasional.